فَلَوْ أَنَّ لَنَا كَرَّةً فَنَكُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ
Maka sekiranya kami dapat kembali, niscaya kami menjadi orang-orang yang beriman."
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَلَوْ أَنَّ لَنَا كَرَّةًfa-law anna lanaa karratanmaka sekiranya kami dapat kembali
- فَنَكُونَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَfa-nakuuna mina l-mu'miniinaniscaya kami menjadi orang-orang yang beriman
Terjemahan per kata (7 kata)
- فَلَوْfa-lawmaka sekiranya
- أَنَّannabahwa
- لَنَاlanaabagi kami
- كَرَّةًkarratankesempatan kembali
- فَنَكُونَfa-nakuunamaka kami menjadi
- مِنَminadari
- الْمُؤْمِنِينَl-mu'miniinaorang-orang beriman
Inti bacaan
Harapan sia-sia: 'sekiranya kami dapat kembali, niscaya kami menjadi orang-orang yang beriman', keinginan mengulang kesempatan yang sudah lewat, sebuah pengingat keras tentang pentingnya bertindak benar sekarang, bukan menunda sampai kesempatan hilang.
Penjelasan pilihan kata
Kutipan yang dibuka di 26:96 ditutup di sini. 'Karratan' ('kembali', akar krr): harapan yang sudah tak mungkin terwujud, diungkapkan tetap sebagai penutup pengakuan mereka.
Tafsiran
Ayat ini menutup pengakuan mereka dengan harapan yang sia-sia: keinginan untuk kembali dan memperbaiki pilihan, diungkapkan justru pada momen ketika kemungkinan itu telah tertutup selamanya.
Renungan dan Hikmah
- Harapan untuk 'kembali' dan menjadi beriman diucapkan justru pada momen ketika kesempatan itu sudah tertutup selamanya, sebuah pengingat bahwa kesadaran yang datang terlambat tidak lagi membuka pintu yang sudah tertutup.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar k-r-r, k-w-n, a-m-n): karrah diterjemahkan 'kembali (kesempatan ulang)' (akar k-r-r); mu'miniin diterjemahkan 'beriman' (akar '-m-n). gloss '(ke dunia)' dibuang.