وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ
Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah Sang Digdaya lagi Sang Pengasih.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُwa-inna rabbaka la-huwa l-'aziizu r-rahiimudan sesungguhnya Tuhanmu, Dialah Sang Digdaya lagi Sang Pengasih
Terjemahan per kata (5 kata)
- وَإِنَّwa-innadan sungguh
- رَبَّكَrabbakaTuhanmu
- لَهُوَla-huwasungguh Dialah
- الْعَزِيزُl-'aziizuSang Digdaya
- الرَّحِيمُr-rahiimuSang Pengasih
Inti bacaan
Kombinasi sifat yang sama diulang: 'Sang Digdaya lagi Sang Pengasih', pengulangan penutup ini menjadi refrein yang mengingatkan keseimbangan antara kekuatan dan kasih sayang di setiap kisah.
Penjelasan pilihan kata
Refrain ini identik dengan 26:9, 26:68: pola berulang yang kini terkonfirmasi tiga kali berturut-turut menutup setiap kisah nabi dalam surah ini.
Tafsiran
Ayat ini menutup kisah Ibrahim dengan refrain ganda yang ketiga kalinya, mengonfirmasi bahwa struktur ini adalah desain sastra yang konsisten, bukan kebetulan.
Renungan dan Hikmah
- Refrain ganda ini kini muncul untuk ketiga kalinya (menutup pembukaan surah, kisah Musa, dan kisah Ibrahim); pola yang terkonfirmasi cukup kuat untuk dianggap sebagai struktur sastra pembingkai yang sengaja dipakai di seluruh surah ini.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: “Maha Penyayang.” diterjemahkan “Sang Pengasih.”. Dalam ayat ini, 'rahiim' bertakrif (memakai kata sandang al-). al-rahiim TAKRIF diterjemahkan 'Sang Pengasih' (: al-='Sang', bukan 'Yang Maha').