إِذْ قَالَ لَهُمْ أَخُوهُمْ نُوحٌ أَلَا تَتَّقُونَ

ketika saudara mereka, Nuh, berkata kepada mereka, "Tidakkah kalian bertakwa?

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. إِذْ قَالَ لَهُمْ أَخُوهُمْ نُوحٌidz qaala lahum akhuuhum nuuhunketika saudara mereka, Nuh, berkata kepada mereka
  2. أَلَا تَتَّقُونَa-laa tattaquunatidakkah kalian bertakwa

Terjemahan per kata (7 kata)

  1. إِذْidzketika
  2. قَالَqaalaberkata
  3. لَهُمْlahumkepada mereka
  4. أَخُوهُمْakhuuhumsaudara mereka
  5. نُوحٌnuuhunNuh
  6. أَلَاa-laatidakkah
  7. تَتَّقُونَtattaquunabertakwa

Inti bacaan

Pertanyaan pembuka Nuh yang sama: 'Tidakkah kalian bertakwa?', pola retoris yang konsisten mengundang refleksi dasar sebelum penyampaian pesan lebih lanjut.

Penjelasan pilihan kata

'Akhuuhum' ('saudara mereka', akar Axw): sebutan kekerabatan bagi nabi yang diutus kepada kaumnya sendiri, bukan saudara kandung harfiah. Kutipan dibuka di sini dan berlanjut hingga 26:110.

Tafsiran

Ayat ini membuka pidato Nuh dengan pertanyaan retoris yang sama seperti pola pembuka kisah nabi lain dalam surah ini.

Renungan dan Hikmah

  • Kalimat ini muncul pertama kali di sini. Yang berikutnya mengulang. Allah menaruh Nuh sebagai pembuka polanya.
  • Nuh disebut saudara mereka, seperti nabi-nabi sesudahnya. Sebutan yang sama dipakai. Jaraknya sama-sama dekat.
  • Pertanyaannya sama persis dengan yang dipakai Hud. Allah tidak mengubah satu kata pun. Yang berganti cuma namanya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar q-w-l, a-kh-w, w-q-y): akhuuhum diterjemahkan 'saudara mereka' (akar '-kh-w); tattaquun diterjemahkan 'bertakwa' (akar w-q-y). Selaras.