وَمَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ ۖ إِنْ أَجْرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Aku tidak meminta imbalan kepada kalian atas hal itu. Imbalanku tidak lain kecuali dari Tuhan seisi alam.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَمَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍwa-maa as'alukum 'alayhi min ajrinaku tidak meminta imbalan kepada kalian atas hal itu
- إِنْ أَجْرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ الْعَالَمِينَin ajriya illaa 'alaa rabbi l-'aalamiinaimbalanku tidak lain kecuali dari Tuhan seisi alam
Terjemahan per kata (11 kata)
- وَمَاwa-maadan tidaklah
- أَسْأَلُكُمْas'alukumaku meminta kepada kalian
- عَلَيْهِ'alayhiatasnya
- مِنْmindari
- أَجْرٍajrinupah
- إِنْinjika
- أَجْرِيَajriyaupahku
- إِلَّاillaakecuali
- عَلَىٰ'alaaatas
- رَبِّrabbiTuhan
- الْعَالَمِينَl-'aalamiinaseisi alam
Inti bacaan
Penegasan kemurnian motif: 'Aku tidak meminta imbalan. Imbalanku tidak lain, kecuali dari Tuhan seisi alam', ketiadaan kepentingan finansial pribadi memperkuat kredibilitas pesan yang disampaikan.
Penjelasan pilihan kata
Pernyataan 'tidak meminta imbalan' ini akan diulang secara identik oleh setiap nabi dalam kisah-kisah berikutnya di surah ini: formula standar yang menegaskan ketiadaan kepentingan pribadi.
Tafsiran
Ayat ini disisipkan di antara pengulangan seruan takwa untuk menegaskan bahwa permintaan Nuh murni, tidak dimotivasi keuntungan pribadi.
Renungan dan Hikmah
- Pernyataan tidak meminta imbalan ini menjadi formula yang akan diulang setiap nabi dalam surah ini, penegasan berulang bahwa penyampaian kebenaran tidak boleh dicurigai sebagai kepentingan pribadi.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
sebutan pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi lm-C2: aalamiin diterjemahkan 'seisi alam' (73 ayat, SATU terjemahan; KBBI seisi = 'seluruh penghuni'; 'alam' = kata serapan aalam). Bandingkan 26:165/15:70/29:10 (aalamiin=orang); definisi internal 26:23-24; tambalan '(pada masa itu)' 6 ayat faddala dibuang. naas diterjemahkan 'manusia', khalq diterjemahkan 'makhluk', ummah diterjemahkan 'umat', wilayah lain, tak dilebur. jamak aalamuun = 'jenis-jenis makhluk yang diciptakan… bentuk jamak ini dipakai justru karena mencakup manusia'.