قَالُوا لَئِنْ لَمْ تَنْتَهِ يَا نُوحُ لَتَكُونَنَّ مِنَ الْمَرْجُومِينَ

Mereka berkata, "Sungguh, jika engkau tidak berhenti, wahai Nuh, niscaya engkau termasuk orang-orang yang dirajam."

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. قَالُوا لَئِنْ لَمْ تَنْتَهِ يَا نُوحُqaaluu la-in lam tantahi yaa nuuhumereka berkata, sungguh, jika engkau tidak berhenti, wahai Nuh
  2. لَتَكُونَنَّ مِنَ الْمَرْجُومِينَla-takuunanna mina l-marjuumiinaniscaya engkau termasuk orang-orang yang dirajam

Terjemahan per kata (9 kata)

  1. قَالُواqaaluumereka berkata
  2. لَئِنْla-insungguh jika
  3. لَمْlamtidak
  4. تَنْتَهِtantahiengkau berhenti
  5. يَاyaawahai
  6. نُوحُnuuhuNuh
  7. لَتَكُونَنَّla-takuunannasungguh engkau akan menjadi
  8. مِنَminadari
  9. الْمَرْجُومِينَl-marjuumiinaorang-orang yang dirajam

Inti bacaan

Ancaman kekerasan yang eksplisit: 'jika engkau tidak berhenti. engkau termasuk orang-orang yang dirajam', respons terhadap keteguhan menyampaikan kebenaran sering berupa ancaman fisik, sebuah pola berulang menghadapi pembawa pesan.

Penjelasan pilihan kata

'Al-marjuumiina' ('orang-orang yang dirajam', akar rjm) dipertahankan literal: ancaman kekerasan fisik langsung sebagai jawaban akhir atas argumen Nuh.

Tafsiran

Ayat ini menampilkan eskalasi dari penolakan verbal ke ancaman kekerasan: pola yang sama seperti eskalasi Firaun terhadap Musa dan para penyihir sebelumnya.

Renungan dan Hikmah

  • Allah merekam mereka mengancam merajamnya. Bukan mengusir. Yang ditawarkan bukan pengasingan, melainkan kematian.
  • Syaratnya jika engkau tidak berhenti. Masih ada pintu. Ancamannya menawarkan jalan keluar berupa diam.
  • Allah merekam pola yang sama muncul pada nabi-nabi lain di surah ini. Berulang. Yang berganti bentuk ancamannya, yang tetap susunannya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar q-w-l, n-h-y, k-w-n, r-j-m): tantahi diterjemahkan 'berhenti' (akar n-h-y); marjuumiin diterjemahkan 'yang dirajam' (akar r-j-m). gloss '(dalam berdakwah)' dibuang.