Ayat 26:117
قَالَ رَبِّ إِنَّ قَوْمِي كَذَّبُونِ
Ia berkata, "Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah mendustakanku,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- قَالَ رَبِّ إِنَّ قَوْمِي كَذَّبُونِqaala rabbi inna qawmii kadzdzabuuniia berkata, Tuhanku, sesungguhnya kaumku telah mendustakanku
Terjemahan per kata (5 kata)
- قَالَqaalaberkata
- رَبِّrabbiTuhan
- إِنَّinnasesungguhnya
- قَوْمِيqawmiikaumku
- كَذَّبُونِkadzdzabuunimereka mendustakanku
Inti bacaan
Doa Nuh yang jujur: 'sesungguhnya kaumku telah mendustakanku', pengakuan terus terang atas kegagalan misi yang dihadapi, tanpa menyembunyikan kesulitan dari Tuhannya.
Penjelasan pilihan kata
Kutipan dibuka di sini dan berlanjut ke 26:118: Nuh beralih dari berdialog dengan kaumnya ke berdoa langsung kepada Tuhan, pola yang sama seperti Musa di 26:12-14.
Tafsiran
Ayat ini menampilkan Nuh membawa keputusasaannya langsung kepada Tuhan setelah argumen dan ancaman tidak membuahkan hasil.
Renungan dan Hikmah
- Laporan kegagalan disampaikan lebih dahulu, bukan permintaan hukuman. Mereka mendustakanku. Allah merekam urutan itu.
- Ia berpindah dari berbicara kepada mereka ke berbicara kepada-Nya. Arah bicaranya berganti. Yang mendengar berganti juga.
- Kalimatnya belum selesai di ayat ini. Allah menyambungnya ke permintaan berikutnya. Aduan dahulu, permohonan kemudian.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, r-b-b, q-w-m, k-dz-b): kadhdhabuun diterjemahkan 'mendustakanku' (akar k-dz-b). gloss '(Nuh)' dibuang.
Ayat 26:118
فَافْتَحْ بَيْنِي وَبَيْنَهُمْ فَتْحًا وَنَجِّنِي وَمَنْ مَعِيَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ
maka berilah keputusan antara aku dan mereka dengan suatu keputusan, dan selamatkanlah aku dan orang-orang beriman yang bersamaku."
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَافْتَحْ بَيْنِي وَبَيْنَهُمْ فَتْحًاfa-ftah baynii wa-baynahum fathanmaka berilah keputusan antara aku dan mereka dengan suatu keputusan
- وَنَجِّنِي وَمَنْ مَعِيَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَwa-najjinii wa-man ma'iya mina l-mu'miniinadan selamatkanlah aku dan orang-orang beriman yang bersamaku
Terjemahan per kata (9 kata)
- فَافْتَحْfa-ftahmaka putuskanlah
- بَيْنِيbayniiantaraku
- وَبَيْنَهُمْwa-baynahumdan antara mereka
- فَتْحًاfathankemenangan
- وَنَجِّنِيwa-najjiniidan selamatkanlah aku
- وَمَنْwa-mandan orang yang
- مَعِيَma'iyabersamaku
- مِنَminadari
- الْمُؤْمِنِينَl-mu'miniinaorang-orang beriman
Inti bacaan
Permohonan keadilan: 'berilah keputusan antara aku dan mereka. selamatkanlah aku dan orang-orang beriman yang bersamaku', permintaan yang jelas dan terukur, menyerahkan resolusi akhir kepada otoritas yang lebih tinggi.
Penjelasan pilihan kata
Kutipan yang dibuka di 26:117 ditutup di sini. 'Fathan' ('keputusan', akar ftH: makna literal 'pembukaan/pemisahan') dipertahankan literal.
Tafsiran
Ayat ini menutup doa Nuh dengan dua permohonan: keputusan yang adil dan keselamatan bagi dirinya serta pengikutnya.
Renungan dan Hikmah
- Dua permintaan disebut dalam satu kalimat. Putuskan perkaranya. Allah merekam permintaan menyelamatkan menyusul.
- Yang diminta keputusan, bukan kemenangan. Bukan minta menang. Minta diputuskan.
- Ia menyebut orang beriman yang bersamanya. Allah merekam mereka ikut disebut. Yang meminta tidak meminta untuk dirinya saja.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar f-t-h, b-y-n, n-j-w, a-m-n): iftah baynii wa baynahum fathan diterjemahkan 'berilah keputusan antara aku & mereka' (akar f-t-h, makna memutus/menghakimi; Allah Sang Fattaah, cf. 7:89; peran-disangkal: Nuh meminta ALLAH yang memutus, bukan dirinya); najjinii diterjemahkan 'selamatkanlah aku' (akar n-j-w). Selaras.