فَافْتَحْ بَيْنِي وَبَيْنَهُمْ فَتْحًا وَنَجِّنِي وَمَنْ مَعِيَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ
maka berilah keputusan antara aku dan mereka dengan suatu keputusan, dan selamatkanlah aku dan orang-orang beriman yang bersamaku."
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَافْتَحْ بَيْنِي وَبَيْنَهُمْ فَتْحًاfa-ftah baynii wa-baynahum fathanmaka berilah keputusan antara aku dan mereka dengan suatu keputusan
- وَنَجِّنِي وَمَنْ مَعِيَ مِنَ الْمُؤْمِنِينَwa-najjinii wa-man ma'iya mina l-mu'miniinadan selamatkanlah aku dan orang-orang beriman yang bersamaku
Terjemahan per kata (9 kata)
- فَافْتَحْfa-ftahmaka putuskanlah
- بَيْنِيbayniiantaraku
- وَبَيْنَهُمْwa-baynahumdan antara mereka
- فَتْحًاfathankemenangan
- وَنَجِّنِيwa-najjiniidan selamatkanlah aku
- وَمَنْwa-mandan orang yang
- مَعِيَma'iyabersamaku
- مِنَminadari
- الْمُؤْمِنِينَl-mu'miniinaorang-orang beriman
Inti bacaan
Permohonan keadilan: 'berilah keputusan antara aku dan mereka. selamatkanlah aku dan orang-orang beriman yang bersamaku', permintaan yang jelas dan terukur, menyerahkan resolusi akhir kepada otoritas yang lebih tinggi.
Penjelasan pilihan kata
Kutipan yang dibuka di 26:117 ditutup di sini. 'Fathan' ('keputusan', akar ftH: makna literal 'pembukaan/pemisahan') dipertahankan literal.
Tafsiran
Ayat ini menutup doa Nuh dengan dua permohonan: keputusan yang adil dan keselamatan bagi dirinya serta pengikutnya.
Renungan dan Hikmah
- Dua permintaan disebut dalam satu kalimat. Putuskan perkaranya. Allah merekam permintaan menyelamatkan menyusul.
- Yang diminta keputusan, bukan kemenangan. Bukan minta menang. Minta diputuskan.
- Ia menyebut orang beriman yang bersamanya. Allah merekam mereka ikut disebut. Yang meminta tidak meminta untuk dirinya saja.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar f-t-h, b-y-n, n-j-w, a-m-n): iftah baynii wa baynahum fathan diterjemahkan 'berilah keputusan antara aku & mereka' (akar f-t-h, makna memutus/menghakimi; Allah Sang Fattaah, cf. 7:89; peran-disangkal: Nuh meminta ALLAH yang memutus, bukan dirinya); najjinii diterjemahkan 'selamatkanlah aku' (akar n-j-w). Selaras.