وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ
Sesungguhnya Tuhanmu, Dialah Sang Digdaya lagi Sang Pengasih.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُwa-inna rabbaka la-huwa l-'aziizu r-rahiimudan sesungguhnya Tuhanmu, Dialah Sang Digdaya lagi Sang Pengasih
Terjemahan per kata (5 kata)
- وَإِنَّwa-innadan sungguh
- رَبَّكَrabbakaTuhanmu
- لَهُوَla-huwasungguh Dialah
- الْعَزِيزُl-'aziizuSang Digdaya
- الرَّحِيمُr-rahiimuSang Pengasih
Inti bacaan
Penutup dengan kombinasi sifat yang sama: 'Sang Digdaya lagi Sang Pengasih', refrein yang menegaskan keseimbangan kekuatan dan kasih sayang di setiap narasi.
Penjelasan pilihan kata
Refrain ini identik dengan 26:9, 26:68, 26:104: kini muncul untuk keempat kalinya, menutup kisah Nuh dengan pola yang sama persis.
Tafsiran
Ayat ini menutup kisah Nuh dengan refrain ganda yang keempat kalinya, menegaskan struktur pembingkai yang konsisten di seluruh surah ini.
Renungan dan Hikmah
- Allah menutup kisah Nuh dengan kalimat yang sudah dipakai sebelumnya. Bunyinya persis sama. Yang berganti kisahnya.
- Kalimat ini muncul sembilan kali di surah ini, dan yang keempat di sini. Tiap kisah ditutup dengannya. Iramanya menjadi rangka surah.
- Dua sifat disandingkan Allah di penutup: digdaya dan pengasih. Sesudah kaum yang dibinasakan. Keduanya disebut bersama.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: “Maha Penyayang.” diterjemahkan “Sang Pengasih.”. Dalam ayat ini, 'rahiim' bertakrif (memakai kata sandang al-). al-rahiim TAKRIF diterjemahkan 'Sang Pengasih' (: al-='Sang', bukan 'Yang Maha').