وَمَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ ۖ إِنْ أَجْرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Aku tidak meminta imbalan kepada kalian atas hal itu. Imbalanku tidak lain kecuali dari Tuhan seisi alam.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَمَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍwa-maa as'alukum 'alayhi min ajrinaku tidak meminta imbalan kepada kalian atas hal itu
  2. إِنْ أَجْرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ الْعَالَمِينَin ajriya illaa 'alaa rabbi l-'aalamiinaimbalanku tidak lain kecuali dari Tuhan seisi alam

Terjemahan per kata (11 kata)

  1. وَمَاwa-maadan tidaklah
  2. أَسْأَلُكُمْas'alukumaku meminta kepada kalian
  3. عَلَيْهِ'alayhiatasnya
  4. مِنْmindari
  5. أَجْرٍajrinupah
  6. إِنْinjika
  7. أَجْرِيَajriyaupahku
  8. إِلَّاillaakecuali
  9. عَلَىٰ'alaaatas
  10. رَبِّrabbiTuhan
  11. الْعَالَمِينَl-'aalamiinaseisi alam

Inti bacaan

Penegasan kemurnian motif yang sama: tidak meminta imbalan, hanya mengharap dari 'Tuhan seisi alam', konsistensi integritas finansial di antara para pembawa pesan.

Penjelasan pilihan kata

Identik kata demi kata dengan 26:109: formula 'tanpa imbalan' terkonfirmasi berulang persis seperti diprediksi sebelumnya.

Tafsiran

Ayat ini mengulang formula penegasan tanpa kepentingan pribadi, kini terbukti menjadi pola tetap lintas nabi dalam surah ini.

Renungan dan Hikmah

  • Formula 'tidak meminta imbalan kecuali dari Tuhan seisi alam' kini terbukti diulang identik persis oleh nabi kedua (Hud, setelah Nuh), mengonfirmasi bahwa ini pola tetap, bukan kebetulan retorika satu kisah saja.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

sebutan pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi lm-C2: aalamiin diterjemahkan 'seisi alam' (73 ayat, SATU terjemahan; KBBI seisi = 'seluruh penghuni'; 'alam' = kata serapan aalam). Bandingkan 26:165/15:70/29:10 (aalamiin=orang); definisi internal 26:23-24; tambalan '(pada masa itu)' 6 ayat faddala dibuang. naas diterjemahkan 'manusia', khalq diterjemahkan 'makhluk', ummah diterjemahkan 'umat', wilayah lain, tak dilebur. jamak aalamuun = 'jenis-jenis makhluk yang diciptakan… bentuk jamak ini dipakai justru karena mencakup manusia'.