وَإِذَا بَطَشْتُمْ بَطَشْتُمْ جَبَّارِينَ

Dan apabila kalian menghantam, kalian menghantam secara bengis.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَإِذَا بَطَشْتُمْ بَطَشْتُمْ جَبَّارِينَwa-idzaa bathasytum bathasytum jabbaariinadan apabila kalian menghantam, kalian menghantam secara bengis

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. وَإِذَاwa-idzaadan apabila
  2. بَطَشْتُمْbathasytumkalian menyiksa
  3. بَطَشْتُمْbathasytumkalian menyiksa
  4. جَبَّارِينَjabbaariinaorang-orang yang bengis

Inti bacaan

Kritik terhadap perilaku kekuasaan: 'apabila kalian menghantam, kalian menghantam secara bengis', penggunaan kekuatan yang tidak proporsional dan kejam, sebuah pola tirani yang perlu dikoreksi.

Penjelasan pilihan kata

'Jabbaariina' ('secara bengis', akar jbr) dipertahankan literal: pengulangan kata kerja 'batashtum' menegaskan pola kekerasan yang konsisten, bukan insiden terisolasi.

Tafsiran

Ayat ini menambahkan kritik ketiga, bukan hanya kemewahan sia-sia, tetapi juga kekerasan tanpa belas kasihan dalam menggunakan kekuatan mereka.

Renungan dan Hikmah

  • Allah mengulang kata kerja yang sama dalam satu kalimat. Menghantam, lalu menghantam. Pengulangannya menandai kebiasaan.
  • Yang dikritik bukan kekuatannya, melainkan caranya. Boleh kuat. Tidak boleh bengis.
  • Ini kritik ketiga dalam satu rangkaian. Allah menumpuk teguran bertahap. Bangunan, kemewahan, lalu kekerasan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar b-t-sh, j-b-r): batashtum diterjemahkan 'menghantam (menyerang)' (akar b-t-sh); jabbaariin diterjemahkan 'bengis (lalim)' (akar j-b-r, seakar al-Jabbaar tetapi di sini makna negatif kekerasan manusia). gloss '(menyiksa)' dibuang.