إِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ

sesungguhnya aku takut atas kalian akan azab pada hari yang agung."

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. إِنِّي أَخَافُ عَلَيْكُمْ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍinnii akhaafu 'alaykum 'adzaaba yawmin 'azhiiminsesungguhnya aku takut atas kalian akan azab pada hari yang agung

Terjemahan per kata (6 kata)

  1. إِنِّيinniisesungguhnya aku
  2. أَخَافُakhaafuaku takut
  3. عَلَيْكُمْ'alaykumatas kalian
  4. عَذَابَ'adzaabaazab
  5. يَوْمٍyawminhari
  6. عَظِيمٍ'azhiiminyang besar

Inti bacaan

Kekhawatiran tulus Hud: 'aku takut bahwa kalian akan ditimpa azab pada hari yang agung', peringatan yang disampaikan dengan kepedulian genuine, bukan ancaman kosong tanpa makna.

Penjelasan pilihan kata

Kutipan panjang yang dibuka di 26:124 ditutup di sini: mencakup pertanyaan pembuka, kritik, dan daftar nikmat sebagai satu pidato yang utuh, sebanding dengan pidato panjang Ibrahim di 26:75-89.

Tafsiran

Ayat ini menutup pidato Hud dengan kekhawatiran yang tulus, bukan ancaman, melainkan kepedulian atas nasib kaumnya sendiri.

Renungan dan Hikmah

  • Allah merekam Hud menutup dengan takut, bukan dengan ancaman. Ia yang takut. Bukan mereka yang ditakut-takuti.
  • Rasa takutnya untuk mereka, bukan untuk dirinya. Aku takut atas kalian. Arah kekhawatirannya keluar.
  • Pidato panjang itu ditutup Allah dengan satu kalimat pendek. Ayat-ayat sebelumnya berisi daftar. Penutupnya cuma perasaan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

azhiim diterjemahkan 'agung' (indefinit, tanpa Maha; swap sadar-kolokasi per nomina corpus); per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi zhm: azhiim diterjemahkan 'agung' seragam (takrif 'Sang Agung'); a'zham diterjemahkan 'lebih agung'; verba azhzhama pemakaian diteruskan. Pembeda: kabiir='besar' (k-b-r, kelak, al-Kabiir sebutan sendiri), majiid='luhur', kariim='mulia', aziiz='digdaya'. Objek negatif (azab/dosa) memakai kata sama, skala, konteks yang bekerja. ' akar '-zh-m: azhuma = 'menjadi besar (skala/bobot)'; azhiim = besar-agung (magnitude); jangkar konkret keluarga: azhm/'izhaam = TULANG (kerangka, yang besar-menopang). KBBI agung indra-1: 'besar; mulia; luhur'.