إِنْ هَٰذَا إِلَّا خُلُقُ الْأَوَّلِينَ

Ini tidak lain hanyalah kebiasaan orang-orang terdahulu,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. إِنْ هَٰذَا إِلَّا خُلُقُ الْأَوَّلِينَin haadzaa illaa khuluqu l-awwaliinaini tidak lain hanyalah kebiasaan orang-orang terdahulu

Terjemahan per kata (5 kata)

  1. إِنْinjika
  2. هَٰذَاhaadzaaini
  3. إِلَّاillaakecuali
  4. خُلُقُkhuluqukebiasaan
  5. الْأَوَّلِينَl-awwaliinaorang-orang terdahulu

Inti bacaan

Alasan penolakan yang sama seperti sebelumnya: 'Ini tidak lain hanyalah kebiasaan orang-orang terdahulu', dalih tradisi kembali dipakai sebagai pembenaran menolak kebenaran baru, pola yang berulang lintas berbagai kisah kaum yang menolak.

Penjelasan pilihan kata

'Khuluqu l-awwaliina' ('kebiasaan orang-orang terdahulu', akar xlq+Awl): jawaban ini menggemakan alasan yang sama dari kaum Ibrahim di 26:74 ('kami mendapati nenek moyang kami berbuat begitu'), pola berlindung di balik tradisi berulang lagi.

Tafsiran

Ayat ini menampilkan alasan yang sama seperti kaum Ibrahim sebelumnya: menempatkan cara hidup mereka sebagai tradisi yang tak perlu dipertanyakan.

Renungan dan Hikmah

  • Rumusan “ini tidak lain hanyalah” terpakai lima belas kali di tiga belas surah (5:110, 6:7, 6:25, 8:31, 11:7, 12:31, 23:83, 25:4, 26:137, 27:68, 34:43, 37:15, 38:7, 74:24, 74:25). Hampir seluruhnya keluar dari mulut yang hendak mengecilkan apa yang sedang dihadapinya, sihir, dongeng, ucapan manusia biasa. Satu tidak: di 12:31 perempuan-perempuan kota memakai susunan serupa untuk membesarkan, “ini tidak lain hanyalah malaikat yang mulia”. Bentuk kalimatnya sendiri tak menentukan apa-apa; yang menentukan apa yang ditaruh sesudahnya.
  • Kata yang dipilih di sini bukan kata yang lazim dipungut para penyangkal. “Dongeng orang-orang terdahulu” terpakai sembilan kali (6:25, 8:31, 16:24, 23:83, 25:5, 27:68, 46:17, 68:15, 83:13), dan tuduhannya terang: apa yang dihadapi itu tak nyata. Kata di ayat ini berbeda, “kebiasaan orang-orang terdahulu”, dan ia tak menuduh apa pun palsu. Ia justru mengakui bahwa apa yang dihadapi memang nyata, cuma lama, dan sebab lama itu dianggap tak mengikat. Bantahan macam kedua ini lebih sukar dijawab daripada yang pertama, sebab tak ada satu pun yang disangkalnya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar kh-l-q, a-w-l): khuluq al-awwaliin diterjemahkan 'kebiasaan (adat) orang-orang terdahulu' (akar kh-l-q + akar '-w-l, dalih adat-nenek-moyang, cf. 26:74 wajadnaa aabaa'anaa; terjemahan lain 'agama'). gloss '(Agama kami)' dibuang.