وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ
Dan sesungguhnya Tuhanmu, Dialah Sang Digdaya lagi Sang Pengasih.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُwa-inna rabbaka la-huwa l-'aziizu r-rahiimudan sesungguhnya Tuhanmu, Dialah Sang Digdaya lagi Sang Pengasih
Terjemahan per kata (5 kata)
- وَإِنَّwa-innadan sungguh
- رَبَّكَrabbakaTuhanmu
- لَهُوَla-huwasungguh Dialah
- الْعَزِيزُl-'aziizuSang Digdaya
- الرَّحِيمُr-rahiimuSang Pengasih
Inti bacaan
Penutup dengan sifat yang sama: 'Sang Digdaya lagi Sang Pengasih', refrein yang terus mengingatkan keseimbangan kekuatan dan kasih sayang.
Penjelasan pilihan kata
Refrain kedua ini identik dengan 26:9, 26:68, 26:104, 26:122: kelima kalinya muncul, menutup kisah Hud dengan pola yang sama persis.
Tafsiran
Ayat ini menutup kisah Hud dengan refrain ganda yang kelima kalinya, mengonfirmasi struktur pembingkai yang konsisten di seluruh surah ini.
Renungan dan Hikmah
- Allah menutup kisah Hud dengan bunyi yang sudah dikenal. Kaumnya baru. Kalimatnya lama.
- Ini kemunculan kelima dari sembilan di surah ini. Jaraknya teratur. Tiap kisah satu.
- Sifat digdaya disebut Allah lebih dahulu, pengasih kemudian. Sesudah kaum yang binasa. Urutannya tidak dibalik.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: “Maha Penyayang.” diterjemahkan “Sang Pengasih.”. Dalam ayat ini, 'rahiim' bertakrif (memakai kata sandang al-). al-rahiim TAKRIF diterjemahkan 'Sang Pengasih' (: al-='Sang', bukan 'Yang Maha').