إِذْ قَالَ لَهُمْ أَخُوهُمْ صَالِحٌ أَلَا تَتَّقُونَ
ketika saudara mereka, Salih, berkata kepada mereka, "Tidakkah kalian bertakwa?
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- إِذْ قَالَ لَهُمْ أَخُوهُمْ صَالِحٌidz qaala lahum akhuuhum shaalihunketika saudara mereka, Salih, berkata kepada mereka
- أَلَا تَتَّقُونَa-laa tattaquunatidakkah kalian bertakwa
Terjemahan per kata (7 kata)
- إِذْidzketika
- قَالَqaalaberkata
- لَهُمْlahumkepada mereka
- أَخُوهُمْakhuuhumsaudara mereka
- صَالِحٌshaalihunSaleh
- أَلَاa-laatidakkah
- تَتَّقُونَtattaquunabertakwa
Inti bacaan
Pembuka yang sama: Salih bertanya 'Tidakkah kalian bertakwa?', konsistensi pendekatan retoris di antara para nabi.
Penjelasan pilihan kata
Identik dengan 26:106 dan 26:124: formula 'akhuuhum' + pertanyaan retoris kini terkonfirmasi ketiga kalinya. Kutipan dibuka di sini dan berlanjut hingga akhir 26:152.
Tafsiran
Ayat ini membuka pidato Salih dengan formula standar yang sama.
Renungan dan Hikmah
- Allah memakai pembuka yang sama seperti untuk nabi sebelumnya. Saudara mereka. Lalu pertanyaannya.
- Nabinya disebut saudara, bukan orang asing. Dari kalangan mereka. Bukan didatangkan.
- Pertanyaannya dipakai berulang di surah itu. Allah menyeragamkan pembukanya. Kaumnya berganti, tanyanya sama.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, a-kh-w, s-l-h, w-q-y): akhuuhum diterjemahkan 'saudara mereka' (akar '-kh-w); tattaquun diterjemahkan 'bertakwa' (akar w-q-y). Selaras.