وَتَنْحِتُونَ مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتًا فَارِهِينَ
Dan kalian memahat gunung-gunung menjadi rumah-rumah dengan mahir.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَتَنْحِتُونَ مِنَ الْجِبَالِ بُيُوتًا فَارِهِينَwa-tanhituuna mina l-jibaali buyuutan faarihiinadan kalian memahat gunung-gunung menjadi rumah-rumah dengan mahir
Terjemahan per kata (5 kata)
- وَتَنْحِتُونَwa-tanhituunadan kalian memahat
- مِنَminadari
- الْجِبَالِl-jibaaligunung-gunung
- بُيُوتًاbuyuutanrumah-rumah
- فَارِهِينَfaarihiinadengan mahir
Inti bacaan
Pencapaian teknis yang mengesankan: 'memahat gunung-gunung menjadi rumah-rumah dengan mahir', keterampilan luar biasa dalam bentuk, sebuah prestasi yang tidak diremehkan namun juga tidak dijadikan alasan kesombongan.
Penjelasan pilihan kata
'Faarihiina' ('dengan mahir', akar frh) dipertahankan literal: pengakuan atas keterampilan teknis mereka, disebutkan tanpa nada merendahkan.
Tafsiran
Ayat ini menambahkan pencapaian teknis mereka: kemampuan memahat rumah dari batu gunung, sebuah keahlian yang diakui, bukan diremehkan.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut keahlian mereka tanpa merendahkannya. Memahat gunung dengan mahir. Prestasinya diakui.
- Yang dipersoalkan bukan kemampuannya. Rumah batu itu memang hebat. Yang keliru untuk apa dipakai.
- Kata mahir dipakai Allah, kata yang memuji. Tegurannya datang sesudahnya. Pujian dan teguran bisa satu tarikan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar n-h-t, j-b-l, b-y-t, f-r-h): tanhituuna diterjemahkan 'memahat' (akar n-h-t); jibaal diterjemahkan 'gunung' (akar j-b-l); buyuut diterjemahkan 'rumah' (akar b-y-t); faarihiin diterjemahkan 'dengan mahir (megah)' (akar f-r-h). Selaras.