مَا أَنْتَ إِلَّا بَشَرٌ مِثْلُنَا فَأْتِ بِآيَةٍ إِنْ كُنْتَ مِنَ الصَّادِقِينَ

Engkau tidak lain hanyalah manusia seperti kami. Maka, datangkanlah tanda jika engkau termasuk orang-orang yang benar."

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. مَا أَنْتَ إِلَّا بَشَرٌ مِثْلُنَاmaa anta illaa basyarun mitslunaaengkau tidak lain hanyalah manusia seperti kami
  2. فَأْتِ بِآيَةٍ إِنْ كُنْتَ مِنَ الصَّادِقِينَfa-ti bi-aayatin in kunta mina sh-shaadiqiinamaka datangkanlah tanda jika engkau termasuk orang-orang yang benar

Terjemahan per kata (11 kata)

  1. مَاmaatidaklah
  2. أَنْتَantaengkau
  3. إِلَّاillaakecuali
  4. بَشَرٌbasyarunmanusia
  5. مِثْلُنَاmitslunaaseperti kami
  6. فَأْتِfa-timaka datangkanlah
  7. بِآيَةٍbi-aayatindengan tanda
  8. إِنْinjika
  9. كُنْتَkuntaengkau adalah
  10. مِنَminadari
  11. الصَّادِقِينَsh-shaadiqiinaorang-orang yang benar

Inti bacaan

Tuntutan bukti: 'datangkanlah tanda jika engkau termasuk orang-orang yang benar', permintaan verifikasi yang akan segera dijawab dengan tanda konkret berikutnya.

Penjelasan pilihan kata

Kutipan yang dibuka di 26:153 ditutup di sini. 'Bashar mitslunaa' ('manusia seperti kami') menggemakan keberatan umum yang sering muncul terhadap para nabi di seluruh teks: status kemanusiaan dianggap tidak layak untuk peran kenabian.

Tafsiran

Ayat ini menutup keberatan mereka dengan tantangan konkret: permintaan tanda sebagai syarat kepercayaan.

Renungan dan Hikmah

  • Allah merekam keberatan yang selalu sama. Manusia seperti kami. Kalimat itu muncul di banyak kisah.
  • Kemanusiaannya dijadikan alasan menolak. Yang seharusnya mendekatkan justru dipakai menjauhkan. Kesamaan dianggap kekurangan.
  • Tanda diminta sebagai syarat, dan tanda memang datang. Allah merekam keduanya berurutan. Yang menuntut tidak selalu menerima.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

akar a-y (aayah) diterjemahkan 'tanda'. Ayat ini termasuk 55 yang SENGAJA ditunda di rollout pertama karena terjemahan lain memakai 'bukti/mukjizat/keterangan', kata yang bisa menerjemahkan bayyinah/sultaan, bukan aayah. Diselesaikan setelah pemilahan per-LEMA (bukan akar: akar byn mencakup bayyinah/bayna/mubiin yang beda-beda) dan pembacaan teks per-ayat. Padanan pesaing (bayyinah/sultaan) SENGAJA dipertahankan, hanya aayah yang diganti. '