وَلَا تَمَسُّوهَا بِسُوءٍ فَيَأْخُذَكُمْ عَذَابُ يَوْمٍ عَظِيمٍ
Janganlah kalian menyentuhnya dengan suatu keburukan; nanti kalian akan ditimpa azab pada hari yang agung."
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَلَا تَمَسُّوهَا بِسُوءٍwa-laa tamassuuhaa bi-suu'injanganlah kalian menyentuhnya dengan suatu keburukan
- فَيَأْخُذَكُمْ عَذَابُ يَوْمٍ عَظِيمٍfa-ya'khudzakum 'adzaabu yawmin 'azhiiminnanti kalian akan ditimpa azab pada hari yang agung
Terjemahan per kata (7 kata)
- وَلَاwa-laadan janganlah
- تَمَسُّوهَاtamassuuhaakalian menyentuhnya
- بِسُوءٍbi-suu'indengan keburukan
- فَيَأْخُذَكُمْfa-ya'khudzakumlalu menimpa kalian
- عَذَابُ'adzaabuazab
- يَوْمٍyawminhari
- عَظِيمٍ'azhiiminyang besar
Inti bacaan
Peringatan tegas: 'Janganlah menyentuhnya dengan suatu kejahatan. Nanti kalian akan ditimpa azab', batas yang jelas ditetapkan disertai konsekuensi yang eksplisit jika dilanggar.
Penjelasan pilihan kata
Kutipan yang dibuka di 26:155 ditutup di sini: larangan konkret disertai konsekuensi yang jelas, mengikat kelangsungan tanda tersebut dengan nasib mereka.
Tafsiran
Ayat ini menutup instruksi Salih dengan peringatan tegas: tanda ini rapuh dan bergantung pada perilaku mereka sendiri.
Renungan dan Hikmah
- Allah menaruh larangan dan akibatnya berdampingan. Jangan sentuh. Kalau disentuh, ini akibatnya.
- Kata menyentuh dipakai, bukan kata membunuh. Yang dilarang bahkan yang ringan. Batasnya ditarik jauh.
- Untanya rapuh justru karena dilindungi larangan. Allah menyandarkan keselamatannya pada sikap mereka. Nasib tanda itu di tangan yang diberi tanda.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
azhiim diterjemahkan 'agung' (indefinit, tanpa Maha; swap sadar-kolokasi per nomina corpus); per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi zhm: azhiim diterjemahkan 'agung' seragam (takrif 'Sang Agung'); a'zham diterjemahkan 'lebih agung'; verba azhzhama pemakaian diteruskan. Pembeda: kabiir='besar' (k-b-r, kelak, al-Kabiir sebutan sendiri), majiid='luhur', kariim='mulia', aziiz='digdaya'. Objek negatif (azab/dosa) memakai kata sama, skala, konteks yang bekerja. ' akar '-zh-m: azhuma = 'menjadi besar (skala/bobot)'; azhiim = besar-agung (magnitude); jangkar konkret keluarga: azhm/'izhaam = TULANG (kerangka, yang besar-menopang). KBBI agung indra-1: 'besar; mulia; luhur'.