فَعَقَرُوهَا فَأَصْبَحُوا نَادِمِينَ

Lalu mereka menyembelihnya, maka mereka menjadi orang-orang yang menyesal.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. فَعَقَرُوهَا فَأَصْبَحُوا نَادِمِينَfa-'aqaruuhaa fa-ashbahuu naadimiinalalu mereka menyembelihnya, maka mereka menjadi orang-orang yang menyesal

Terjemahan per kata (3 kata)

  1. فَعَقَرُوهَاfa-'aqaruuhaalalu mereka menyembelihnya
  2. فَأَصْبَحُواfa-ashbahuumaka jadilah mereka
  3. نَادِمِينَnaadimiinaorang-orang yang menyesal

Inti bacaan

Pelanggaran dan penyesalan: 'mereka menyembelihnya, maka mereka menjadi orang-orang yang menyesal', kesadaran akan kesalahan datang setelah tindakan dilakukan, sebuah pola penyesalan yang terlambat.

Penjelasan pilihan kata

'Naadimiina' ('orang-orang yang menyesal', akar ndm) dipertahankan literal: penyesalan datang setelah tindakan, bukan sebelum, menegaskan bahwa peringatan sebelumnya diabaikan sepenuhnya.

Tafsiran

Ayat ini menampilkan pelanggaran langsung terhadap larangan yang baru saja diberikan, diikuti penyesalan yang datang terlambat.

Renungan dan Hikmah

  • Penyesalan yang muncul setelah tindakan, bukan sebelum, menunjukkan bahwa peringatan yang jelas sekalipun bisa diabaikan sepenuhnya; kesadaran yang datang terlambat tidak membatalkan konsekuensi yang sudah bergerak.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar '-q-r, s-b-h, n-d-m): aqaruuhaa diterjemahkan 'menyembelih (melukai) unta itu' (akar '-q-r); naadimiin diterjemahkan 'menyesal' (akar n-d-m). Selaras.