وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ
Dan sesungguhnya Tuhanmu, Dialah Sang Digdaya lagi Sang Pengasih.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُwa-inna rabbaka la-huwa l-'aziizu r-rahiimudan sesungguhnya Tuhanmu, Dialah Sang Digdaya lagi Sang Pengasih
Terjemahan per kata (5 kata)
- وَإِنَّwa-innadan sungguh
- رَبَّكَrabbakaTuhanmu
- لَهُوَla-huwasungguh Dialah
- الْعَزِيزُl-'aziizuSang Digdaya
- الرَّحِيمُr-rahiimuSang Pengasih
Inti bacaan
Penutup dengan sifat yang sama: 'Sang Digdaya lagi Sang Pengasih', refrein yang terus menegaskan keseimbangan.
Penjelasan pilihan kata
Refrain kedua ini identik dengan seluruh kemunculan sebelumnya (26:9, 68, 104, 122, 140): keenam kalinya muncul, menutup kisah Salih dengan pola yang sama persis.
Tafsiran
Ayat ini menutup kisah Salih dengan refrain ganda yang keenam kalinya, menegaskan struktur pembingkai yang konsisten di seluruh surah ini.
Renungan dan Hikmah
- Allah menutup kisah Salih dengan kalimat yang sudah dipakai berkali-kali. Bunyinya tidak berubah. Kisahnya yang berganti.
- Kalimat ini yang keenam dari sembilan di surah ini. Iramanya sudah dikenali. Yang membaca tahu satu kisah selesai.
- Sifat pengasih ditaruh Allah tepat sesudah kaum yang binasa. Bukan sifat pembalas. Yang menutup justru kelembutan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: “Maha Penyayang.” diterjemahkan “Sang Pengasih.”. Dalam ayat ini, 'rahiim' bertakrif (memakai kata sandang al-). al-rahiim TAKRIF diterjemahkan 'Sang Pengasih' (: al-='Sang', bukan 'Yang Maha').