وَمَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍ ۖ إِنْ أَجْرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ الْعَالَمِينَ
Aku tidak meminta imbalan kepada kalian atas hal itu. Imbalanku tidak lain kecuali dari Tuhan seisi alam.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَمَا أَسْأَلُكُمْ عَلَيْهِ مِنْ أَجْرٍwa-maa as'alukum 'alayhi min ajrinaku tidak meminta imbalan kepada kalian atas hal itu
- إِنْ أَجْرِيَ إِلَّا عَلَىٰ رَبِّ الْعَالَمِينَin ajriya illaa 'alaa rabbi l-'aalamiinaimbalanku tidak lain kecuali dari Tuhan seisi alam
Terjemahan per kata (11 kata)
- وَمَاwa-maadan tidaklah
- أَسْأَلُكُمْas'alukumaku meminta kepada kalian
- عَلَيْهِ'alayhiatasnya
- مِنْmindari
- أَجْرٍajrinupah
- إِنْinjika
- أَجْرِيَajriyaupahku
- إِلَّاillaakecuali
- عَلَىٰ'alaaatas
- رَبِّrabbiTuhan
- الْعَالَمِينَl-'aalamiinaseisi alam
Inti bacaan
Penegasan kemurnian motif yang sama: tanpa imbalan, hanya dari 'Tuhan seisi alam', pola integritas yang konsisten lintas berbagai nabi.
Penjelasan pilihan kata
Identik kata demi kata dengan formula sebelumnya: kini terkonfirmasi keempat kalinya berturut-turut sebagai formula tetap.
Tafsiran
Ayat ini mengulang formula penegasan tanpa kepentingan pribadi untuk keempat kalinya.
Renungan dan Hikmah
- Allah memakai kalimat yang sama untuk nabi keempat. Kata demi kata. Tanpa satu pun bergeser.
- Ini kemunculan keempat dari lima di surah ini. Nabinya berganti. Kalimatnya tetap.
- Yang diseragamkan Allah bukan kaumnya, melainkan sikapnya. Kisahnya berbeda-beda. Motifnya satu.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
sebutan pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi lm-C2: aalamiin diterjemahkan 'seisi alam' (73 ayat, SATU terjemahan; KBBI seisi = 'seluruh penghuni'; 'alam' = kata serapan aalam). Bandingkan 26:165/15:70/29:10 (aalamiin=orang); definisi internal 26:23-24; tambalan '(pada masa itu)' 6 ayat faddala dibuang. naas diterjemahkan 'manusia', khalq diterjemahkan 'makhluk', ummah diterjemahkan 'umat', wilayah lain, tak dilebur. jamak aalamuun = 'jenis-jenis makhluk yang diciptakan… bentuk jamak ini dipakai justru karena mencakup manusia'.