كَذَّبَ أَصْحَابُ الْأَيْكَةِ الْمُرْسَلِينَ
Penduduk Aikah telah mendustakan para rasul,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- كَذَّبَ أَصْحَابُ الْأَيْكَةِ الْمُرْسَلِينَkadzdzaba ash-haabu l-aykati l-mursaliinapenduduk Aikah telah mendustakan para rasul
Terjemahan per kata (4 kata)
- كَذَّبَkadzdzabamendustakan
- أَصْحَابُash-haabupenghuni
- الْأَيْكَةِl-aykatiAikah
- الْمُرْسَلِينَl-mursaliinapara rasul
Inti bacaan
Transisi ke penduduk Aikah: 'telah mendustakan para rasul', pola formula yang sama untuk konteks yang berbeda.
Penjelasan pilihan kata
Formula pembuka pada dasarnya identik dengan enam kisah sebelumnya, namun subjeknya berbeda: 'ashaabu l-aykati' ('penduduk Aikah') menggantikan pola 'qawmu [nama nabi]' yang dipakai di enam kisah sebelumnya.
Tafsiran
Ayat ini membuka kisah nabi ketujuh dan terakhir dalam rangkaian ini: Syu'aib, dengan variasi kecil pada formula pembuka.
Renungan dan Hikmah
- Allah memakai sebutan tempat, bukan nama nabi. Penduduk Aikah. Pola enam kisah sebelumnya diubah sedikit.
- Yang didustakan disebut para rasul, dalam bentuk jamak. Bukan satu orang. Menolak satu berarti menolak semua.
- Kisah ketujuh dibuka Allah dengan variasi kecil. Susunannya tetap. Satu bagian diganti.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar k-dz-b, s-h-b, r-s-l): ashaab al-aykah diterjemahkan 'penduduk Aikah (rimba)' (akar s-h-b + akar '-y-k); mursaliin diterjemahkan 'para rasul' (akar r-s-l). gloss '(Madyan)' dibuang.