وَزِنُوا بِالْقِسْطَاسِ الْمُسْتَقِيمِ

dan timbanglah dengan timbangan yang lurus,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَزِنُوا بِالْقِسْطَاسِ الْمُسْتَقِيمِwa-zinuu bi-l-qisthaasi l-mustaqiimidan timbanglah dengan timbangan yang lurus

Terjemahan per kata (3 kata)

  1. وَزِنُواwa-zinuudan timbanglah kalian
  2. بِالْقِسْطَاسِbi-l-qisthaasidengan neraca
  3. الْمُسْتَقِيمِl-mustaqiimiyang lurus

Inti bacaan

Instruksi lanjutan: 'timbanglah dengan timbangan yang lurus', presisi dan kejujuran dalam pengukuran sebagai bagian integral dari integritas moral, bukan sekadar teknis administratif.

Penjelasan pilihan kata

'Al-qistaasi l-mustaqiimi' ('timbangan yang lurus', akar qsTs+qwm) dipertahankan literal.

Tafsiran

Ayat ini melanjutkan tema keadilan ekonomi: timbangan yang akurat sebagai bagian dari integritas moral.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyuruh memakai alat yang lurus, bukan sekadar jujur. Alatnya dulu. Baru orangnya.
  • Kata lurus dipakai untuk timbangan. Bukan benar. Tidak miring.
  • Perintah ini menyusul larangan mengurangi. Allah menaruh yang positif sesudah yang negatif. Jangan kurangi, lalu timbanglah.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar w-z-n, q-s-t-s, q-w-m): zinuu bi-l-qistaas al-mustaqiim diterjemahkan 'timbanglah dengan timbangan yang lurus (adil)' (akar w-z-n + akar q-s-t + akar q-w-m, qist=keadilan). Selaras.