وَلَا تَبْخَسُوا النَّاسَ أَشْيَاءَهُمْ وَلَا تَعْثَوْا فِي الْأَرْضِ مُفْسِدِينَ

Dan janganlah kalian mengurangi hak-hak manusia atas barang-barang mereka, dan janganlah berbuat kerusakan di bumi sebagai para perusak.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَلَا تَبْخَسُوا النَّاسَ أَشْيَاءَهُمْwa-laa tabkhasuu n-naasa asyyaa'ahumdan janganlah kalian mengurangi hak-hak manusia atas barang-barang mereka
  2. وَلَا تَعْثَوْا فِي الْأَرْضِ مُفْسِدِينَwa-laa ta'tsaw fii l-ardhi mufsidiinadan janganlah berbuat kerusakan di bumi sebagai para perusak

Terjemahan per kata (9 kata)

  1. وَلَاwa-laadan janganlah
  2. تَبْخَسُواtabkhasuukalian mengurangi
  3. النَّاسَn-naasamanusia
  4. أَشْيَاءَهُمْasyyaa'ahumbarang-barang mereka
  5. وَلَاwa-laadan janganlah
  6. تَعْثَوْاta'tsawkalian berbuat kejahatan
  7. فِيfiidi
  8. الْأَرْضِl-ardhibumi
  9. مُفْسِدِينَmufsidiinadengan membuat kerusakan

Inti bacaan

Perluasan prinsip: 'janganlah kalian mengurangi hak-hak manusia atas barang-barang mereka, dan janganlah berbuat kerusakan di bumi', keadilan ekonomi dikaitkan langsung dengan tanggung jawab lingkungan yang lebih luas.

Penjelasan pilihan kata

'Tabkhasuu' ('mengurangi hak', akar bxs) dipertahankan literal: memperluas prinsip keadilan dari sekadar takaran-timbangan ke seluruh transaksi dan interaksi.

Tafsiran

Ayat ini memperluas peringatan Syu'aib dari isu perdagangan spesifik ke prinsip keadilan yang lebih luas: jangan merugikan orang lain dalam bentuk apa pun.

Renungan dan Hikmah

  • Pidato Syu'aib berpusat pada keadilan ekonomi dan sosial, takaran, timbangan, hak atas barang; sebuah fokus yang berbeda dari enam nabi sebelumnya, menunjukkan bahwa penyimpangan moral bisa berwujud ketidakadilan struktural, bukan hanya penyembahan berhala.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar b-kh-s, n-w-s, sh-y-a, '-ts-w, a-r-d, f-s-d): tabkhasuu diterjemahkan 'mengurangi (merugikan)' (akar b-kh-s); ashyaa' diterjemahkan 'barang (milik)' (akar sh-y-'); laa ta'thaw…mufsidiin diterjemahkan 'jangan berbuat kerusakan' (akar '-ts-w + akar f-s-d, sepola 26:152). gloss '(dengan mengurangi hak-haknya)' dibuang.