فَكَذَّبُوهُ فَأَخَذَهُمْ عَذَابُ يَوْمِ الظُّلَّةِ ۚ إِنَّهُ كَانَ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍ

Lalu mereka mendustakannya. Maka, mereka ditimpa azab pada hari yang berawan gelap. Sesungguhnya itu adalah azab hari yang agung.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. فَكَذَّبُوهُ فَأَخَذَهُمْ عَذَابُ يَوْمِ الظُّلَّةِfa-kadzdzabuuhu fa-akhadzahum 'adzaabu yawmi zh-zhullatilalu mereka mendustakannya, maka mereka ditimpa azab pada hari yang berawan gelap
  2. إِنَّهُ كَانَ عَذَابَ يَوْمٍ عَظِيمٍinnahu kaana 'adzaaba yawmin 'azhiiminsesungguhnya itu adalah azab hari yang agung

Terjemahan per kata (10 kata)

  1. فَكَذَّبُوهُfa-kadzdzabuuhulalu mereka mendustakannya
  2. فَأَخَذَهُمْfa-akhadzahummaka menimpa mereka
  3. عَذَابُ'adzaabuazab
  4. يَوْمِyawmiHari
  5. الظُّلَّةِzh-zhullatinaungan
  6. إِنَّهُinnahusesungguhnya itu
  7. كَانَkaanaadalah
  8. عَذَابَ'adzaabaazab
  9. يَوْمٍyawminhari
  10. عَظِيمٍ'azhiiminyang besar

Inti bacaan

Konsekuensi yang unik: 'azab pada hari yang berawan gelap', bentuk konsekuensi yang berbeda dari kisah-kisah sebelumnya, menunjukkan variasi cara peringatan terwujud sesuai konteks masing-masing kaum.

Penjelasan pilihan kata

'Yawmi zh-zhullati' ('hari yang berawan gelap', akar Zll) dipertahankan literal: bentuk azab yang berbeda dari kisah-kisah lain (bukan tenggelam, bukan gempa, bukan hujan), menambah variasi bentuk konsekuensi di seluruh surah ini.

Tafsiran

Ayat ini menutup kisah dengan bentuk konsekuensi yang unik: hari berawan gelap sebagai wujud azab, berbeda dari bentuk-bentuk konsekuensi di enam kisah sebelumnya.

Renungan dan Hikmah

  • Allah memakai bentuk azab yang berbeda dari kisah-kisah sebelumnya. Hari yang berawan gelap. Bukan gempa, bukan tenggelam, bukan hujan batu.
  • Yang mereka minta di ayat sebelumnya jatuhnya gumpalan dari langit. Dan yang datang dari langit. Permintaannya dipenuhi, dengan cara yang tak mereka duga.
  • Allah menutup dengan azab hari yang agung. Kata agung yang dipakai. Yang menakutkan disebut dengan kata yang biasanya memuliakan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

azhiim diterjemahkan 'agung' (indefinit, tanpa Maha; swap sadar-kolokasi per nomina corpus); per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi zhm: azhiim diterjemahkan 'agung' seragam (takrif 'Sang Agung'); a'zham diterjemahkan 'lebih agung'; verba azhzhama pemakaian diteruskan. Pembeda: kabiir='besar' (k-b-r, kelak, al-Kabiir sebutan sendiri), majiid='luhur', kariim='mulia', aziiz='digdaya'. Objek negatif (azab/dosa) memakai kata sama, skala, konteks yang bekerja. akar '-zh-m: azhuma = 'menjadi besar (skala/bobot)'; azhiim = besar-agung (magnitude); jangkar konkret keluarga: azhm/'izhaam = TULANG (kerangka, yang besar-menopang). KBBI agung indra-1: 'besar; mulia; luhur'.