وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ
Dan sesungguhnya Tuhanmu, Dialah Sang Digdaya lagi Sang Pengasih.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَإِنَّ رَبَّكَ لَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُwa-inna rabbaka la-huwa l-'aziizu r-rahiimudan sesungguhnya Tuhanmu, Dialah Sang Digdaya lagi Sang Pengasih
Terjemahan per kata (5 kata)
- وَإِنَّwa-innadan sungguh
- رَبَّكَrabbakaTuhanmu
- لَهُوَla-huwasungguh Dialah
- الْعَزِيزُl-'aziizuSang Digdaya
- الرَّحِيمُr-rahiimuSang Pengasih
Inti bacaan
Penutup dengan sifat yang sama: 'Sang Digdaya lagi Sang Pengasih', refrein yang menyatukan seluruh kisah para nabi dalam surah ini.
Penjelasan pilihan kata
Refrain ini identik dengan seluruh kemunculan sebelumnya: kedelapan kalinya muncul, menutup keseluruhan rangkaian tujuh kisah nabi (Musa, Ibrahim, Nuh, Hud, Salih, Lut, Syu'aib) dengan pola yang sama persis di setiap akhir kisah.
Tafsiran
Ayat ini menutup rangkaian tujuh kisah nabi dengan refrain ganda yang kedelapan kalinya: struktur pembingkai yang terbukti konsisten menandai seluruh bagian utama surah ini.
Renungan dan Hikmah
- Refrain ganda ini menutup keseluruhan rangkaian tujuh kisah nabi dalam surah ini, pola yang muncul delapan kali secara identik (termasuk pembukaan surah), menegaskan bahwa struktur pembingkai ini adalah tulang punggung sastra seluruh bagian utama surah, bukan sekadar dekorasi berulang.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: “Maha Penyayang.” diterjemahkan “Sang Pengasih.”. Dalam ayat ini, 'rahiim' bertakrif (memakai kata sandang al-). al-rahiim TAKRIF diterjemahkan 'Sang Pengasih' (: al-='Sang', bukan 'Yang Maha').