وَإِنَّهُ لَفِي زُبُرِ الْأَوَّلِينَ
Dan sesungguhnya ia benar-benar ada dalam kitab-kitab orang-orang terdahulu.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَإِنَّهُ لَفِي زُبُرِ الْأَوَّلِينَwa-innahu la-fii zuburi l-awwaliinadan sesungguhnya ia benar-benar ada dalam kitab-kitab orang-orang terdahulu
Terjemahan per kata (4 kata)
- وَإِنَّهُwa-innahudan sesungguhnya ia
- لَفِيla-fiibenar-benar dalam
- زُبُرِzuburikitab-kitab
- الْأَوَّلِينَl-awwaliinaorang-orang terdahulu
Inti bacaan
Kesinambungan dengan wahyu sebelumnya: 'benar-benar disebut dalam kitab-kitab orang-orang terdahulu', konsistensi internal antara berbagai wahyu menjadi bukti tambahan keotentikan pesan.
Penjelasan pilihan kata
'Zuburi l-awwaliina' ('kitab-kitab orang-orang terdahulu', akar zbr+Awl) dipertahankan literal tanpa menyisipkan '(disebut)'.
Tafsiran
Ayat ini mengklaim kontinuitas: pesan ini bukan sesuatu yang sepenuhnya baru, melainkan memiliki jejak dalam kitab-kitab sebelumnya.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut jejaknya di kitab lama. Bukan barang baru. Sudah tercatat sebelumnya.
- Yang dijadikan bukti kesinambungan, bukan keunikan. Bukan karena belum pernah ada. Justru karena sudah pernah.
- Kitab-kitabnya disebut jamak oleh Allah. Bukan satu kitab. Jejaknya di banyak tempat.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar z-b-r, a-w-l): zubur al-awwaliin diterjemahkan 'kitab-kitab orang terdahulu' (akar z-b-r + akar '-w-l, pesan Qur'an bersaksi dlm wahyu terdahulu: kesinambungan internal wahyu). gloss '(Al-Qur'an)/(disebut)' dibuang.