أَوَلَمْ يَكُنْ لَهُمْ آيَةً أَنْ يَعْلَمَهُ عُلَمَاءُ بَنِي إِسْرَائِيلَ

Apakah tidak menjadi tanda bagi mereka bahwa para ulama Bani Israil mengetahuinya?

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. أَوَلَمْ يَكُنْ لَهُمْ آيَةًa-wa-lam yakun lahum aayatanapakah tidak menjadi tanda bagi mereka
  2. أَنْ يَعْلَمَهُ عُلَمَاءُ بَنِي إِسْرَائِيلَan ya'lamahu ulamaa'u banii israa'iilabahwa para ulama Bani Israil mengetahuinya

Terjemahan per kata (9 kata)

  1. أَوَلَمْa-wa-lamdan tidakkah
  2. يَكُنْyakunia menjadi
  3. لَهُمْlahumbagi mereka
  4. آيَةًaayatantanda
  5. أَنْanbahwa
  6. يَعْلَمَهُya'lamahumengetahuinya
  7. عُلَمَاءُulamaa'upara ulama
  8. بَنِيbaniiBani
  9. إِسْرَائِيلَisraa'iilaIsrail

Inti bacaan

Bukti tambahan yang konkret: 'diketahui oleh orang-orang berilmu Bani Israil', pengakuan dari kalangan yang memiliki pengetahuan mendalam tentang tradisi kitab suci sebelumnya menjadi validasi silang yang berharga.

Penjelasan pilihan kata

'Aayatan' ('tanda', akar Ayy) dipertahankan konsisten, tanpa disisipkan '(cukup)' atau '(Al-Qur'an)': teks sudah cukup jelas dengan kata ganti 'hu' merujuk kembali ke wahyu yang dibicarakan sejak 26:192.

Tafsiran

Ayat ini menunjuk pada pengakuan lintas komunitas sebagai bukti tambahan: pengetahuan para ulama Bani Israil tentang wahyu ini dijadikan tanda bagi kaum yang meragukannya.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menunjuk pengetahuan pihak lain sebagai tanda. Dari luar kalangan sendiri. Bukti yang dipakai datang dari yang tak berkepentingan membelanya.
  • Bentuknya pertanyaan, bukan pernyataan. Apakah tidak menjadi tanda. Yang dipersoalkan mengapa yang sudah ada tak dihitung.
  • Allah menyebut para ulama, bukan seluruh Bani Israil. Yang mengetahui. Yang dijadikan saksi mereka yang memang menekuni kitabnya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

akar a-y (aayah) diterjemahkan 'tanda'. Ayat ini termasuk 55 yang SENGAJA ditunda di rollout pertama karena terjemahan lain memakai 'bukti/mukjizat/keterangan', kata yang bisa menerjemahkan bayyinah/sultaan, bukan aayah. Diselesaikan setelah pemilahan per-LEMA (bukan akar: akar byn mencakup bayyinah/bayna/mubiin yang beda-beda) dan pembacaan teks per-ayat. Padanan pesaing (bayyinah/sultaan) SENGAJA dipertahankan, hanya aayah yang diganti.