لَا يُؤْمِنُونَ بِهِ حَتَّىٰ يَرَوُا الْعَذَابَ الْأَلِيمَ
mereka tidak akan beriman kepadanya hingga mereka melihat azab yang pedih,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- لَا يُؤْمِنُونَ بِهِ حَتَّىٰ يَرَوُا الْعَذَابَ الْأَلِيمَlaa yu'minuuna bihi hattaa yarawu l-'adzaaba l-aliimamereka tidak akan beriman kepadanya hingga mereka melihat azab yang pedih
Terjemahan per kata (7 kata)
- لَاlaatidak
- يُؤْمِنُونَyu'minuunaberiman
- بِهِbihipadanya
- حَتَّىٰhattaasampai
- يَرَوُاyarawumereka melihat
- الْعَذَابَl-'adzaabaazab
- الْأَلِيمَl-aliimayang pedih
Inti bacaan
Pola keras kepala: 'mereka tidak akan beriman kepadanya hingga mereka melihat azab yang pedih', penundaan penerimaan sampai bukti paling ekstrem, sebuah pola yang berulang dan berisiko tinggi.
Penjelasan pilihan kata
Menegaskan tingkat keteguhan penolakan: hanya konsekuensi langsung yang bisa mengubah sikap mereka.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan bahwa keimanan yang muncul hanya setelah melihat azab bukanlah keimanan yang bermakna: sebuah kondisi yang terlambat.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut batas keras kepala mereka. Bukan tidak bisa percaya. Tidak mau sebelum kena.
- Iman yang datang saat itu sudah kehilangan artinya. Yang tersisa pengakuan. Bukan lagi kepercayaan.
- Kata melihat dipakai, bukan kata mendengar. Allah menaruh syarat yang mereka pasang sendiri. Harga yang mereka tetapkan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar a-m-n, r-a-y, '-dz-b, a-l-m): laa yu'minuuna diterjemahkan 'tidak beriman' (akar '-m-n); yarawu diterjemahkan 'melihat' (akar r-'-y); adhaab aliim diterjemahkan 'azab pedih' (akar '-dz-b + akar '-l-m). Selaras.