فَيَقُولُوا هَلْ نَحْنُ مُنْظَرُونَ
lalu mereka berkata, "Apakah kami diberi penangguhan?"
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- فَيَقُولُوا هَلْ نَحْنُ مُنْظَرُونَfa-yaquuluu hal nahnu munzharuunalalu mereka berkata, apakah kami diberi penangguhan
Terjemahan per kata (4 kata)
- فَيَقُولُواfa-yaquuluumaka mereka berkata
- هَلْhalapakah
- نَحْنُnahnukami
- مُنْظَرُونَmunzharuunaorang-orang yang diberi tangguh
Inti bacaan
Permintaan yang terlambat: 'Apakah kami diberi penangguhan?', permohonan waktu tambahan yang diajukan justru pada saat waktu itu sudah tidak tersedia lagi.
Penjelasan pilihan kata
'Munzharuuna' ('diberi penangguhan', akar nZr) dipertahankan literal: permintaan waktu tambahan yang datang terlambat, setelah azab sudah tiba.
Tafsiran
Ayat ini menampilkan permohonan sia-sia: meminta waktu tambahan pada momen ketika waktu sudah habis.
Renungan dan Hikmah
- Permintaan penangguhan yang muncul justru setelah azab tiba menunjukkan pola yang sama seperti penyesalan terlambat di kisah-kisah sebelumnya, kesadaran yang datang tepat ketika kesempatan sudah tertutup.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-w-l, n-zh-r): munzharuun diterjemahkan 'diberi penangguhan' (akar n-zh-r). Selaras.