وَمَا أَهْلَكْنَا مِنْ قَرْيَةٍ إِلَّا لَهَا مُنْذِرُونَ
Dan Kami tidak membinasakan suatu negeri kecuali negeri itu memiliki para pemberi peringatan,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَمَا أَهْلَكْنَا مِنْ قَرْيَةٍ إِلَّا لَهَا مُنْذِرُونَwa-maa ahlaknaa min qaryatin illaa lahaa mundziruunadan Kami tidak membinasakan suatu negeri kecuali negeri itu memiliki para pemberi peringatan
Terjemahan per kata (7 kata)
- وَمَاwa-maadan tidaklah
- أَهْلَكْنَاahlaknaaKami binasakan
- مِنْmindari
- قَرْيَةٍqaryatinnegeri
- إِلَّاillaakecuali
- لَهَاlahaabaginya
- مُنْذِرُونَmundziruunapara pemberi peringatan
Inti bacaan
Prinsip keadilan mendasar: 'Kami tidak membinasakan suatu negeri kecuali negeri itu memiliki para pemberi peringatan', konsekuensi selalu didahului kesempatan mengetahui, tidak ada yang dihukum tanpa peringatan yang memadai.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini merangkum prinsip yang baru saja ditunjukkan melalui tujuh kisah nabi sebelumnya: setiap kaum yang binasa telah menerima peringatan lebih dulu (Nuh, Hud, Salih, Lut, Syu'aib, semuanya).
Tafsiran
Ayat ini menyimpulkan pola dari seluruh rangkaian kisah sebelumnya menjadi prinsip umum: kehancuran tidak pernah datang tanpa peringatan yang mendahuluinya.
Renungan dan Hikmah
- Rangkaian وَمَا أَهْلَكْنَا مِنْ قَرْيَةٍ terpakai dua kali, dan pengecualian yang menyusulnya berbeda arah. Di 15:4 yang disebut “ketetapan yang diketahui”, sebuah waktu yang sudah ditentukan. Di sini yang disebut مُنْذِرُونَ, para pemberi peringatan, orang, bukan jadwal. Satu rumusan yang sama menaruh dua syarat: kebinasaan tak pernah datang tanpa waktunya, dan tak pernah datang tanpa yang memperingatkan.
- Bentuk مُنْذِرُونَ ini sekali saja muncul; bentuk sepupunya مُنْذِرِينَ sembilan kali, dan salah satunya empat belas ayat sebelumnya di surah yang sama, 26:194 menyebut wahyu diturunkan ke dalam hati “agar engkau menjadi salah seorang pemberi peringatan”. Jadi ketika ayat ini menyatakan tak ada negeri dibinasakan tanpa pemberi peringatan, pembacanya baru saja diberi tahu siapa pemberi peringatan bagi negerinya sendiri. Ayat berikutnya menutup dengan satu kata, ذِكْرَىٰ, lalu penegasan: Kami bukan yang zalim.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar h-l-k, q-r-y, n-dz-r): maa ahlaknaa min qaryah illaa lahaa mundhiruun diterjemahkan 'tidaklah Kami membinasakan negeri kecuali ada pemberi peringatan baginya' (akar h-l-k + akar q-r-y + akar n-dz-r, keadilan Ilahi: peringatan selalu mendahului azab, cf. 17:15, 28:59). Selaras.