ذِكْرَىٰ وَمَا كُنَّا ظَالِمِينَ

sebagai peringatan; dan Kami sekali-kali bukanlah orang-orang yang zalim.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. ذِكْرَىٰ وَمَا كُنَّا ظَالِمِينَdzikraa wa-maa kunnaa zhaalimiinasebagai peringatan, dan Kami sekali-kali bukanlah orang-orang yang zalim

Terjemahan per kata (4 kata)

  1. ذِكْرَىٰdzikraaperingatan
  2. وَمَاwa-maadan tidaklah
  3. كُنَّاkunnaaKami adalah
  4. ظَالِمِينَzhaalimiinaorang-orang yang zalim

Inti bacaan

Penegasan keadilan: 'sebagai peringatan; dan Kami sekali-kali bukanlah orang-orang yang zalim', proses yang adil menjamin bahwa konsekuensi yang terjadi bukan kesewenangan, melainkan hasil dari peringatan yang diabaikan.

Penjelasan pilihan kata

'Zhaalimiina' ('orang-orang yang zalim', akar Zlm) dipertahankan literal: penegasan keadilan di balik seluruh pola kehancuran yang telah diceritakan.

Tafsiran

Ayat ini menutup segmen dengan penegasan keadilan: kehancuran bukan tindakan sewenang-wenang, melainkan konsekuensi yang adil dari peringatan yang diabaikan.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menutup rangkaian kisah dengan membela keadilan-Nya sendiri. Peringatan sudah diberikan lebih dahulu. Yang binasa bukan yang tak diberi tahu.
  • Peringatan disebut lebih dahulu, baru penyangkalan atas kezaliman. Urutan itu menerangkan sebabnya. Adil karena sudah diperingatkan.
  • Kalimatnya berbentuk sangkalan, bukan pujian. Allah tidak menyebut diri-Nya adil di sini. Ia menyebut diri-Nya bukan zalim.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar dz-k-r, k-w-n, zh-l-m): dhikraa diterjemahkan 'peringatan' (akar dz-k-r); zhaalimiin diterjemahkan 'orang zalim' (akar zh-l-m, Allah tak pernah zalim; peringatan menjamin azab itu adil, sepasang 26:208). gloss '(Hal itu)' dibuang.