Ayat 26:210
وَمَا تَنَزَّلَتْ بِهِ الشَّيَاطِينُ
Dan ia tidak dibawa turun oleh setan-setan,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَمَا تَنَزَّلَتْ بِهِ الشَّيَاطِينُwa-maa tanazzalat bihi sy-syayaathiinudan ia tidak dibawa turun oleh setan-setan
Terjemahan per kata (4 kata)
- وَمَاwa-maadan tidaklah
- تَنَزَّلَتْtanazzalatturun
- بِهِbihidengannya
- الشَّيَاطِينُsy-syayaathiinusetan-setan
Inti bacaan
Klarifikasi penting tentang sumber wahyu: 'ia tidaklah dibawa turun oleh setan-setan', membantah tuduhan bahwa pesan ini berasal dari sumber yang menyesatkan.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini membantah langsung tuduhan-tuduhan yang muncul berulang di sepanjang surah ini: bahwa Nabi 'terkena sihir' (26:153, 26:185) atau 'gila' (26:27), dengan menegaskan sumber wahyu bukan dari kekuatan setan.
Tafsiran
Ayat ini membuka segmen baru yang secara langsung menjawab tuduhan-tuduhan yang telah berulang sepanjang surah: sumber wahyu ini ditegaskan bukan dari kekuatan yang dituduhkan.
Renungan dan Hikmah
- Allah membantah tuduhan mereka dengan menyangkal sumbernya. Bukan dengan membela orangnya. Yang diluruskan dari mana datangnya, bukan siapa yang membawa.
- Kalimatnya berbentuk penyangkalan: ia tidak dibawa turun oleh setan-setan. Bukan penegasan. Yang dinyatakan apa yang bukan, bukan apa yang iya.
- Allah menaruhnya sesudah tuduhan gila dan terkena sihir berulang di surah ini. Di ujung. Semua tuduhan dijawab sekaligus dengan satu penyangkalan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar n-z-l, sh-t-n): tanazzalat diterjemahkan 'membawa turun' (akar n-z-l); shayaatiin diterjemahkan 'setan', kontras 26:193 (Ruh yang tepercaya membawanya, bukan setan). gloss '(Al-Qur'an)' dibuang.
Ayat 26:211
وَمَا يَنْبَغِي لَهُمْ وَمَا يَسْتَطِيعُونَ
dan tidak pantas bagi mereka, dan mereka pun tidak sanggup.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَمَا يَنْبَغِي لَهُمْ وَمَا يَسْتَطِيعُونَwa-maa yanbaghii lahum wa-maa yastathii'uunadan tidak pantas bagi mereka, dan mereka pun tidak sanggup
Terjemahan per kata (5 kata)
- وَمَاwa-maadan tidaklah
- يَنْبَغِيyanbaghiipantas
- لَهُمْlahumbagi mereka
- وَمَاwa-maadan tidaklah
- يَسْتَطِيعُونَyastathii'uunamereka sanggup
Inti bacaan
Penjelasan mendalam: 'tidak pantas bagi mereka, dan mereka pun tidak sanggup', bahkan secara kapasitas, kekuatan destruktif tidak memiliki kemampuan menghasilkan sesuatu yang membangun seperti wahyu ini.
Penjelasan pilihan kata
'Yanbaghii' ('pantas', akar bgy) dan 'yastatii'uuna' ('sanggup', akar TwE) dipertahankan literal, dua alasan berbeda diberikan: bukan hanya tidak layak, tetapi juga secara nyata tidak mampu.
Tafsiran
Ayat ini memperkuat penolakan dengan dua alasan berlapis: ketidaklayakan dan ketidakmampuan sekaligus.
Renungan dan Hikmah
- Allah memberi dua alasan, bukan satu. Tidak pantas. Tidak sanggup.
- Yang satu soal kelayakan, yang lain soal kemampuan. Dua hal berbeda. Keduanya ditutup sekaligus.
- Bantahan ini disusun Allah berlapis. Satu alasan sudah cukup. Diberikan dua supaya rapat.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar b-gh-y, t-w-'): yanbaghii diterjemahkan 'pantas' (akar b-gh-y); yastatii'uun diterjemahkan 'sanggup' (akar t-w-' 58, setan pun tak sanggup; sepola i'jaaz 17:88). gloss '(membawa turun Al-Qur'an itu)' dibuang.
Ayat 26:212
إِنَّهُمْ عَنِ السَّمْعِ لَمَعْزُولُونَ
Sesungguhnya mereka benar-benar dijauhkan dari mendengar.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- إِنَّهُمْ عَنِ السَّمْعِ لَمَعْزُولُونَinnahum 'ani s-sam'i la-ma'zuuluunasesungguhnya mereka benar-benar dijauhkan dari mendengar
Terjemahan per kata (4 kata)
- إِنَّهُمْinnahumsesungguhnya mereka
- عَنِ'anidari
- السَّمْعِs-sam'ipendengaran
- لَمَعْزُولُونَla-ma'zuuluunabenar-benar terhalang
Inti bacaan
Detail teknis penutup: 'mereka benar-benar dijauhkan dari berita langit', pembatasan akses terhadap sumber informasi ilahi menjadi penjelasan konkret mengapa sumber jahat tidak mungkin menjadi asal-usul wahyu yang sah.
Penjelasan pilihan kata
'Ma'zuuluuna' ('dijauhkan', akar Ezl) dipertahankan literal tanpa menyisipkan '(setan-setan)' atau '(dari berita langit)': subjek dan objeknya sudah jelas dari konteks langsung 26:210-211.
Tafsiran
Ayat ini menutup pembantahan dengan menjelaskan mekanismenya: akses mereka terhadap sumber wahyu memang telah diputus.
Renungan dan Hikmah
- Allah menutup bantahan dengan menyebut sebabnya, bukan sekadar menyangkal. Mereka dijauhkan. Alasannya diberikan, bukan ditahan.
- Yang diputus aksesnya, bukan kemampuannya. Mereka bukan tak sanggup mendengar. Mereka dijauhkan dari tempatnya.
- Bantahan ini pendek dan bertumpu pada satu kata: dijauhkan. Allah tidak memperpanjang perdebatan. Satu kata menutup tuduhannya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
ayat verba/nomina smE-bSr non-sebutan: pemakaian diteruskan terjemahan lain (mendengar/melihat/pendengaran/penglihatan konsisten); pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y.