فَلَا تَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ فَتَكُونَ مِنَ الْمُعَذَّبِينَ
Maka janganlah engkau menyeru tuhan lain bersama Allah, nanti engkau termasuk orang-orang yang diazab.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَلَا تَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَfa-laa tad'u ma'a llaahi ilaahan aakharamaka janganlah engkau menyeru tuhan lain bersama Allah
- فَتَكُونَ مِنَ الْمُعَذَّبِينَfa-takuuna mina l-mu'adzdzabiinananti engkau termasuk orang-orang yang diazab
Terjemahan per kata (9 kata)
- فَلَاfa-laamaka janganlah
- تَدْعُtad'uengkau menyeru
- مَعَma'abersama
- اللَّهِllaahiAllah
- إِلَٰهًاilaahantuhan
- آخَرَaakharayang lain
- فَتَكُونَfa-takuunasehingga engkau menjadi
- مِنَminadari
- الْمُعَذَّبِينَl-mu'adzdzabiinaorang-orang yang diazab
Inti bacaan
Instruksi langsung kepada Nabi sendiri: 'janganlah engkau menyeru tuhan lain bersama Allah', bahkan pembawa wahyu diingatkan tentang prinsip dasar yang sama, menunjukkan universalitas aturan tanpa pengecualian status.
Penjelasan pilihan kata
'Laa tad'u' ('janganlah engkau menyeru', akar dEw) menggemakan larangan yang sama persis dari 25:68: meski ditujukan kepada Nabi secara tata bahasa, peringatan ini berfungsi sebagai penegasan prinsip universal, bukan tuduhan bahwa Nabi cenderung melakukannya.
Tafsiran
Ayat ini beralih ke instruksi langsung: penegasan prinsip tauhid sebagai fondasi sebelum instruksi-instruksi berikutnya.
Renungan dan Hikmah
- Allah mengarahkan larangan ini kepada Nabi sendiri. Bukan kepada kaumnya. Aturannya diperlihatkan berlaku tanpa memandang kedudukan.
- Kata yang dipakai menyeru, bukan menyembah. Memanggil. Yang dilarang bahkan pada tahap memanggil, sebelum sampai ke penyembahan.
- Allah memakai larangan yang sama dengan surah sebelumnya. Kalimat yang berulang. Prinsipnya diulang persis, bukan diringkas.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar d-'-w, a-l-h, a-kh-r, k-w-n, '-dz-b): fa-laa tad'u ma'a llaah ilaahan aakhar diterjemahkan 'jangan menyeru tuhan lain bersama Allah' (akar d-'-w + ilaah, da'aa, formula sama 23:117 & 25:68, ditujukan retoris bahkan kpd Nabi; terjemahan lain 'menyembah' padahal kata kerjanya yad'u=menyeru). gloss '(Nabi Muhammad)' dibuang.