فَلَا تَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَ فَتَكُونَ مِنَ الْمُعَذَّبِينَ

Maka janganlah engkau menyeru tuhan lain bersama Allah, nanti engkau termasuk orang-orang yang diazab.

Terjemahan bertahap (2 jeda)
  1. فَلَا تَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَٰهًا آخَرَfa-laa tad'u ma'a llaahi ilaahan aakharamaka janganlah engkau menyeru tuhan lain bersama Allah
  2. فَتَكُونَ مِنَ الْمُعَذَّبِينَfa-takuuna mina l-mu'adzdzabiinananti engkau termasuk orang-orang yang diazab
Aplikasi

Instruksi langsung kepada Nabi sendiri: 'janganlah engkau menyeru tuhan lain bersama Allah', bahkan pembawa wahyu diingatkan tentang prinsip dasar yang sama, menunjukkan universalitas aturan tanpa pengecualian status.

Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar d-'-w, a-l-h, a-kh-r, k-w-n, '-dz-b): fa-laa tad'u ma'a llaah ilaahan aakhar diterjemahkan 'jangan menyeru tuhan lain bersama Allah' (akar d-'-w + ilaah, da'aa, formula sama 23:117 & 25:68, ditujukan retoris bahkan kpd Nabi; terjemahan lain 'menyembah' padahal kata kerjanya yad'u=menyeru). gloss '(Nabi Muhammad)' dibuang.