Ayat 26:217
وَتَوَكَّلْ عَلَى الْعَزِيزِ الرَّحِيمِ
Dan bertawakallah kepada Sang Digdaya lagi Sang Pengasih,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَتَوَكَّلْ عَلَى الْعَزِيزِ الرَّحِيمِwa-tawakkal 'alaa l-'aziizi r-rahiimidan bertawakallah kepada Sang Digdaya lagi Sang Pengasih
Terjemahan per kata (4 kata)
- وَتَوَكَّلْwa-tawakkaldan bertawakallah
- عَلَى'alaaatas
- الْعَزِيزِl-'aziiziSang Digdaya
- الرَّحِيمِr-rahiimiSang Pengasih
Inti bacaan
Instruksi penopang: 'Bertawakallah kepada Sang Digdaya lagi Sang Pengasih', sandaran kepercayaan yang kokoh disediakan menghadapi penolakan yang mungkin terjadi.
Penjelasan pilihan kata
'Al-aziizi r-rahiimi' ('Sang Digdaya lagi Sang Pengasih'): pasangan sifat yang sama persis dengan refrain penutup delapan kisah sebelumnya (26:9 dst.), kini muncul di luar refrain sebagai instruksi langsung kepada Nabi, tanpa prefiks 'Maha-'.
Tafsiran
Ayat ini menghubungkan instruksi tawakal langsung dengan pasangan sifat yang telah membingkai seluruh surah: Sang Digdaya lagi Sang Pengasih menjadi sandaran nyata, bukan sekadar refrain penutup kisah.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyuruh bertawakal kepada Sang Digdaya lagi Sang Pengasih. Dua sifat. Kuat saja tak cukup untuk disandari, dan pengasih saja tak cukup untuk melindungi.
- Pasangan sifat itu sama persis dengan penutup delapan kisah sebelumnya. Kalimat yang berulang. Yang tadinya menutup cerita kini menjadi perintah.
- Allah memberikan perintah ini sesudah menyuruh berlepas diri. Berurutan. Yang melepaskan diberi tahu kepada siapa ia berpegang.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: “Maha Penyayang.” diterjemahkan “Sang Pengasih.”. Dalam ayat ini, 'rahiim' bertakrif (memakai kata sandang al-). al-rahiim TAKRIF diterjemahkan 'Sang Pengasih' (: al-='Sang', bukan 'Yang Maha').
Ayat 26:218
الَّذِي يَرَاكَ حِينَ تَقُومُ
yang melihatmu ketika engkau berdiri
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- الَّذِي يَرَاكَ حِينَ تَقُومُalladzii yaraaka hiina taquumuyang melihatmu ketika engkau berdiri
Terjemahan per kata (4 kata)
- الَّذِيalladziiyang
- يَرَاكَyaraakamelihatmu
- حِينَhiinaketika
- تَقُومُtaquumuberdiri
Inti bacaan
Kesadaran akan pengawasan yang konstan: 'Ia yang melihatmu ketika engkau berdiri', kehadiran yang selalu menyertai memberi ketenangan sekaligus akuntabilitas dalam setiap aktivitas.
Penjelasan pilihan kata
'Hiina taquumu' ('ketika engkau berdiri', akar qwm) dipertahankan literal tanpa menspesifikkan konteks berdiri (salat atau umum): teks tidak merinci lebih jauh.
Tafsiran
Ayat ini menggambarkan kehadiran yang menyeluruh: pengawasan yang berlangsung terus-menerus, bukan hanya pada momen tertentu.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut penglihatan yang mengikuti, bukan yang mengawasi dari jauh. Ketika engkau berdiri. Jaraknya nol.
- Berdirinya tidak dijelaskan untuk apa. Bukan disebut salat. Teksnya membiarkannya umum.
- Kalimatnya menenangkan sekaligus menuntut. Allah menyebut Ia melihat. Dilihat bisa berarti dijaga, bisa berarti dihitung.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
hiina taquumu diterjemahkan 'ketika engkau berdiri' TANPA tambahan terjemahan lain '(untuk salat)', konsisten (gloss-tambahan yg tak ada di Arab dibuang) DAN konsisten tesis 'berarah' pekerjaan ini: qaama Form-I polos di sini dibiarkan terbuka (bisa 'berdiri' fisik-literal utk malam-ibadah Nabi, spt konteks 26:217-220 ttg tawakal & golongan-yg-salat malam) tanpa dipersempit jd label-ritual 'salat' yg tak eksplisit di teks.
Ayat 26:219
وَتَقَلُّبَكَ فِي السَّاجِدِينَ
dan perubahan gerakmu di antara orang-orang yang sujud.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَتَقَلُّبَكَ فِي السَّاجِدِينَwa-taqallubaka fii s-saajidiinadan perubahan gerakmu di antara orang-orang yang sujud
Terjemahan per kata (3 kata)
- وَتَقَلُّبَكَwa-taqallubakadan pergerakanmu
- فِيfiidi antara
- السَّاجِدِينَs-saajidiinaorang-orang yang bersujud
Inti bacaan
Perhatian detail: 'perubahan gerakmu di antara orang-orang yang sujud', pengawasan yang begitu teliti mencakup detail gerakan sekecil apa pun, menunjukkan kedekatan yang intim.
Penjelasan pilihan kata
'Taqallubaka' ('perubahan gerakmu', akar qlb) dipertahankan literal.
Tafsiran
Ayat ini melengkapi gambaran kehadiran menyeluruh, bukan hanya saat berdiri sendirian, tetapi juga dalam pergerakan bersama jamaah yang bersujud.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut gerakannya di tengah jamaah. Bukan saat sendirian. Saat bersama.
- Yang dilihat perpindahan sikapnya, bukan tempatnya. Berdiri, rukuk, sujud. Semuanya.
- Rincian sekecil itu disebut Allah. Bukan amalnya secara umum. Pergeseran tubuhnya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar q-l-b, s-j-d): taqallubaka diterjemahkan 'perubahan gerakmu (perpindahanmu)' (akar q-l-b); saajidiin diterjemahkan 'orang-orang sujud' (akar s-j-d). gloss '(melihat)/(badanmu)' dibuang.
Ayat 26:220
إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Sesungguhnya Dialah Yang Mendengar lagi Sang Berilmu.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُinnahu huwa s-samii'u l-'aliimusesungguhnya Dialah Yang Mendengar lagi Sang Berilmu
Terjemahan per kata (4 kata)
- إِنَّهُinnahusesungguhnya
- هُوَhuwaDialah
- السَّمِيعُs-samii'uYang Mendengar
- الْعَلِيمُl-'aliimuSang Berilmu
Inti bacaan
Kombinasi sifat: 'Yang Mendengar lagi Sang Berilmu', kapasitas mendengar dan mengetahui yang menyeluruh menjadi dasar kepercayaan penuh terhadap pengawasan yang diberikan.
Penjelasan pilihan kata
'As-samii'u' ('Yang Mendengar', akar smE) dan 'al-aliimu' ('Sang Berilmu', akar Elm) dipertahankan sesuai konvensi takrif yang sama seperti 12:34 dan 21:4: samii' (berasal dari kata kerja) memakai 'Yang', sedangkan aliim memakai 'Sang', keduanya tanpa 'Maha-'.
Tafsiran
Ayat ini menutup segmen tawakal dengan penegasan dua kualitas yang menjamin kesadaran menyeluruh atas apa yang dihadapi Nabi.
Renungan dan Hikmah
- Allah menutup dengan Yang Mendengar lagi Sang Berilmu. Berpasangan. Yang menangkap suara disebut bersama yang mengetahui isinya.
- Letaknya menutup segmen tentang bertawakal. Berdempetan. Yang disuruh bersandar diberi tahu bahwa sandarannya mendengar dan tahu.
- Allah menyebut mendengar lebih dahulu daripada mengetahui. Urutannya begitu. Yang diucapkan ditangkap dulu, baru yang tak diucapkan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
sebutan pasangan yang belum dibedah dipertahankan sementara. Konvensi lm-C1: aliim diterjemahkan 'berilmu' (SATU terjemahan Allah+manusia; takrif diterjemahkan 'Sang Berilmu', indefinit kecil tanpa Maha; berobjek diterjemahkan 'berilmu akan X'); allaam diterjemahkan 'berilmu akan segala yang gaib'; aalim+objek diterjemahkan 'yang mengetahui yang gaib' (lema beda, bukan pembelahan). Bandingkan: penyihir Fir'aun aliim 5×; 12:76. allaam = intensif ganda ('utmost degree'); ilm = pengetahuan (kata serapan 'ilmu').