الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَ وَهُمْ بِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَ

yang menegakkan salat, memberikan zakat, dan meyakini akhirat.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. الَّذِينَ يُقِيمُونَ الصَّلَاةَ وَيُؤْتُونَ الزَّكَاةَalladziina yuqiimuuna sh-shalaata wa-yu'tuuna z-zakaatayang menegakkan salat dan memberikan zakat
  2. وَهُمْ بِالْآخِرَةِ هُمْ يُوقِنُونَwa-hum bi-l-aakhirati hum yuuqinuunadan mereka meyakini akhirat

Terjemahan per kata (9 kata)

  1. الَّذِينَalladziinaorang-orang yang
  2. يُقِيمُونَyuqiimuunamenegakkan
  3. الصَّلَاةَsh-shalaatasalat
  4. وَيُؤْتُونَwa-yu'tuunadan memberikan
  5. الزَّكَاةَz-zakaatazakat
  6. وَهُمْwa-humdan mereka
  7. بِالْآخِرَةِbi-l-aakhiratidengan akhirat
  8. هُمْhummereka
  9. يُوقِنُونَyuuqinuunayakin

Inti bacaan

Tiga kriteria orang beriman: menegakkan kewajiban terstruktur (salat), memberikan zakat, dan 'meyakini adanya akhirat', kombinasi praktik spiritual, kepedulian ekonomi, dan orientasi jangka panjang membentuk profil karakter yang lengkap.

Penjelasan pilihan kata

'Yuqiimuuna s-salaata' ('menegakkan salat') dan 'yu'tuuna z-zakaata' ('menunaikan zakat') dipertahankan literal tanpa menyisipkan '(yaitu)'.

Tafsiran

Ayat ini merinci tiga ciri orang beriman yang disebutkan di ayat sebelumnya: praktik ibadah, kepedulian sosial, dan keyakinan eskatologis.

Renungan dan Hikmah

  • Tiga ciri disebut berurutan: salat, zakat, yakin akhirat. Satu ke atas. Satu ke samping. Satu ke depan.
  • Zakat ditaruh Allah di tengah, di antara dua hal yang tak kelihatan. Salat dan keyakinan. Yang di tengah justru yang dilihat orang.
  • Yakin akhirat disebut Allah sebagai ciri, bukan sebagai pendahuluan. Ia sejajar dengan amalan. Percaya pun dihitung kerja.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: “menunaikan” diterjemahkan “memberikan”. Dalam ayat ini, 'salaah' dan 'zakaah' sama-sama bertakrif (memakai kata sandang al-). salaah diterjemahkan 'salat' UNIVERSAL (: kewajiban generik, bukan koreografi; bukti terkuat 24:41, BURUNG punya salaah; contoh serupa 9:103, 33:56; homograf dijaga: 22:40 salawaat=IBRANI, 69:31=s-l-y 'bakar') · zakaah diterjemahkan 'zakat' (dipertahankan: makna GANDA suci+tumbuh, jangan dikerdilkan; verba penggovongnya aataa='memberikan/berikanlah', BUKAN 'menunaikan', aataa diterjemahkan 'memberi' di 215 ayat non-zakaah, 'menunaikan' 0×;), kecuali cabang KESUCIAN (19:13/18:81) diterjemahkan 'kesucian'.