وَإِنَّكَ لَتُلَقَّى الْقُرْآنَ مِنْ لَدُنْ حَكِيمٍ عَلِيمٍ

Dan sesungguhnya engkau benar-benar diberi Al-Qur'an dari sisi yang penuh hikmah lagi berilmu,

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَإِنَّكَ لَتُلَقَّى الْقُرْآنَwa-innaka la-tulaqqaa l-qur'aanadan sesungguhnya engkau benar-benar diberi Al-Qur'an
  2. مِنْ لَدُنْ حَكِيمٍ عَلِيمٍmin ladun hakiimin 'aliimindari sisi yang penuh hikmah lagi berilmu

Terjemahan per kata (7 kata)

  1. وَإِنَّكَwa-innakadan sesungguhnya engkau
  2. لَتُلَقَّىla-tulaqqaasungguh engkau menerima
  3. الْقُرْآنَl-qur'aanaAl-Qur'an
  4. مِنْmindari
  5. لَدُنْladunsisi
  6. حَكِيمٍhakiiminyang bijaksana
  7. عَلِيمٍ'aliiminyang berilmu

Inti bacaan

Penegasan otoritas sumber: Al-Qur'an diberikan 'dari sisi Allah yang penuh hikmah lagi berilmu', kredibilitas pesan dikaitkan dengan sifat pemberi yang bijaksana dan menyeluruh dalam pengetahuan.

Penjelasan pilihan kata

'Hakiimin aliimin' ('yang penuh hikmah lagi berilmu', akar Hkm+Elm) dipertahankan sebagai bentuk tak-bertakrif tanpa 'Sang'/'Yang' maupun 'Maha-': bentuk takrifnya (al-hakiimu) diterjemahkan 'Sang Penuh Hikmah', konsisten dengan 12:83, 12:100, 14:4, 16:60.

Tafsiran

Ayat ini menegaskan sumber Al-Qur'an sebelum beralih ke kisah Musa: sebuah transisi dari pernyataan umum ke narasi konkret.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut sumbernya sebelum menceritakan isinya. Sebelum kisah Musa. Kredibilitasnya ditegakkan lebih dahulu.
  • Dua sifat disebut: penuh hikmah, dan berilmu. Berpasangan. Yang menurunkannya tahu sekaligus menimbang.
  • Allah memakai bentuk engkau benar-benar diberi. Menerima. Yang membawanya tak disebut menyusun, melainkan menerima.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: sebutan 'Maha Bijaksana' diterjemahkan 'penuh hikmah' (indefinit corpus, tanpa 'Maha'); pasangan sebutan lain (aliim/khabiir dst.) belum dibedah, dipertahankan sementara. Konvensi hkm: hakiim diterjemahkan 'penuh hikmah' (SATU terjemahan: Allah 91 + KITAB 5 + amr 1; takrif diterjemahkan 'Sang Penuh Hikmah', indefinit kecil tanpa Maha); hikmah diterjemahkan 'hikmah' (gloss '(sunah)' dibuang); muhkam diterjemahkan 'dikukuhkan' (11:1, 22:52); verba diterjemahkan 'memutuskan'; keluarga hakim (hakam/haakimiin/hukkaam) tetap 'hakim/penengah'. hukm = pemakaian diteruskan terjemahan lain, sub-putusan MENUNGGU (6:5712:4012:67 tiga terjemahan).