يَا مُوسَىٰ إِنَّهُ أَنَا اللَّهُ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُ
"Wahai Musa, sesungguhnya Aku adalah Allah, Sang Digdaya, Sang Penuh Hikmah.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- يَا مُوسَىٰ إِنَّهُ أَنَا اللَّهُ الْعَزِيزُ الْحَكِيمُyaa muusaa innahu anaa llaahu l-'aziizu l-hakiimuwahai Musa, sesungguhnya Aku adalah Allah, Sang Digdaya, Sang Penuh Hikmah
Terjemahan per kata (7 kata)
- يَاyaawahai
- مُوسَىٰmuusaaMusa
- إِنَّهُinnahusesungguhnya
- أَنَاanaaAku
- اللَّهُllaahuAllah
- الْعَزِيزُl-'aziizuSang Digdaya
- الْحَكِيمُl-hakiimuSang Penuh Hikmah
Inti bacaan
Deklarasi identitas langsung: 'Aku adalah Allah Sang Digdaya lagi Sang Penuh Hikmah', pengenalan diri yang jelas dan otoritatif pada momen pertemuan yang menentukan.
Penjelasan pilihan kata
'Al-aziizu l-hakiimu' ('Sang Digdaya, Sang Penuh Hikmah') dipertahankan tanpa 'Maha-', konsisten dengan konvensi yang sama seperti 14:4 dan 16:60. Kutipan dibuka di sini dan tetap terbuka, berlanjut ke rangkaian berikutnya.
Tafsiran
Ayat ini menampilkan Allah menyapa Musa langsung dengan namanya untuk pertama kali dalam adegan ini: momen personal yang membuka rangkaian wahyu yang lebih panjang.
Renungan dan Hikmah
- Allah memperkenalkan diri-Nya dengan nama-Nya sendiri. Sesungguhnya Aku Allah. Tak ada perantara di kalimat itu.
- Dua sifat menyertainya: Sang Digdaya, Sang Penuh Hikmah. Berpasangan. Yang berkuasa disebut bersama yang menimbang.
- Allah memanggil namanya lebih dahulu: wahai Musa. Sebelum memperkenalkan diri. Yang dipanggil dikenali sebelum ia mengenali.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
pasangan formula (hakiim/'aliim/hamiid dst.) belum dibedah, terjemahan terjemahan lain-nya dipertahankan sementara. Konvensi zz: al-'Aziiz TAKRIF diterjemahkan 'Sang Digdaya' (KBBI: 'tidak terkalahkan'), indefinit diterjemahkan 'digdaya' (tanpa Maha), izzah diterjemahkan 'kedigdayaan' (satu kata, uji ayat argumen 35:10, 4:139, 10:65, 63:8), gelar Mesir diterjemahkan 'al-'Aziiz'. Pembeda in-formula: qawiyyun aziiz 7× (≠'kuat'), aziizin muqtadir 54:42 (≠'kuasa'), al-'aziiz al-jabbaar 59:23. Cabang alaa: 9:128 'berat terasa', 14:20/35:17 'tidak sulit'. Antonim internal: izz⟷dhull (3:26, 63:8, 27:34). jg 'The Incomparable'. Gelar raja Mesir (2032): 'a surname; like Qaysar'.