وَأَلْقِ عَصَاكَ ۚ فَلَمَّا رَآهَا تَهْتَزُّ كَأَنَّهَا جَانٌّ وَلَّىٰ مُدْبِرًا وَلَمْ يُعَقِّبْ ۚ يَا مُوسَىٰ لَا تَخَفْ إِنِّي لَا يَخَافُ لَدَيَّ الْمُرْسَلُونَ
Dan lemparkanlah tongkatmu!" Maka ketika ia melihatnya bergerak-gerak seakan-akan seekor ular, ia berpaling lari tanpa menoleh. "Wahai Musa, jangan takut! Sesungguhnya di hadapan-Ku para rasul tidak takut,
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَأَلْقِ عَصَاكَwa-alqi 'ashaakadan lemparkanlah tongkatmu
- فَلَمَّا رَآهَا تَهْتَزُّ كَأَنَّهَا جَانٌّ وَلَّىٰ مُدْبِرًا وَلَمْ يُعَقِّبْfa-lammaa ra'aahaa tahtazzu ka-annahaa jaannun wallaa mudbiran wa-lam yu'aqqibmaka ketika ia melihatnya bergerak-gerak seakan-akan seekor ular, ia berpaling lari tanpa menoleh
- يَا مُوسَىٰ لَا تَخَفْ إِنِّي لَا يَخَافُ لَدَيَّ الْمُرْسَلُونَyaa muusaa laa takhaf innii laa yakhaafu ladayya l-mursaluunawahai Musa, jangan takut, sesungguhnya di hadapan-Ku para rasul tidak takut
Terjemahan per kata (20 kata)
- وَأَلْقِwa-alqidan lemparkanlah
- عَصَاكَ'ashaakatongkatmu
- فَلَمَّاfa-lammaamaka ketika
- رَآهَاra'aahaamelihatnya
- تَهْتَزُّtahtazzubergerak
- كَأَنَّهَاka-annahaaseakan-akan ia
- جَانٌّjaannunjin
- وَلَّىٰwallaaberpaling
- مُدْبِرًاmudbiranberpaling
- وَلَمْwa-lamdan tidak
- يُعَقِّبْyu'aqqibmenoleh
- يَاyaawahai
- مُوسَىٰmuusaaMusa
- لَاlaajanganlah
- تَخَفْtakhafengkau takut
- إِنِّيinniisesungguhnya aku
- لَاlaatidak
- يَخَافُyakhaafutakut
- لَدَيَّladayyadi sisiku
- الْمُرْسَلُونَl-mursaluunapara utusan
Inti bacaan
Instruksi yang memicu ketakutan wajar diikuti penenangan: tongkat berubah menjadi ular, Musa 'berbalik lari', lalu ditenangkan: 'jangan takut! di hadapan-Ku para rasul tidak takut', respons alami terhadap kejutan divalidasi sebelum diberi penguatan untuk melangkah maju dengan berani.
Penjelasan pilihan kata
Kutipan yang dibuka di 27:9 ditutup setelah 'tongkatmu!', diikuti tambahan naratif tentang reaksi Musa, lalu kutipan baru dibuka dengan 'Wahai Musa, jangan takut' yang berlanjut hingga 27:12. 'Al-mursaluuna' ('para rasul', jamak, akar rsl) dipertahankan literal: pernyataan umum tentang para rasul, bukan klaim khusus tentang Musa saja.
Tafsiran
Ayat ini menampilkan momen ketakutan spontan Musa terhadap mukjizat yang baru saja terjadi, segera dijawab dengan penenangan yang menghubungkannya dengan pola umum para rasul.
Renungan dan Hikmah
- Reaksi Musa yang lari ketakutan sebelum ditenangkan menunjukkan bahwa ketakutan spontan terhadap hal luar biasa adalah respons manusiawi yang wajar, bukan kekurangan iman, penenangan datang setelahnya, bukan tuntutan untuk tidak pernah merasa takut.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar l-q-y, '-s-w, r-a-y, h-z-z, j-n-n, w-l-y, d-b-r, '-q-b, kh-w-f, r-s-l): alqi asaak diterjemahkan 'lemparkanlah tongkatmu' (akar l-q-y + akar '-s-w); tahtazzu diterjemahkan 'bergerak (bergetar)' (akar h-z-z); jaann diterjemahkan 'ular (jin)' (akar j-n-n); wallaa mudbiran diterjemahkan 'berbalik lari' (akar w-l-y + akar d-b-r); laa yakhaafu ladayya l-mursaluun diterjemahkan 'para rasul tidak takut di hadapan-Ku' (akar kh-w-f + akar r-s-l, keamanan rasul pada Allah). gloss '(tongkat itu dilemparkan)/(Allah pun berfirman,)' dibuang.