فَلَمَّا جَاءَتْهُمْ آيَاتُنَا مُبْصِرَةً قَالُوا هَٰذَا سِحْرٌ مُبِينٌ
Ketika tanda-tanda Kami yang terang itu sampai kepada mereka, mereka berkata, "Ini sihir yang nyata."
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- فَلَمَّا جَاءَتْهُمْ آيَاتُنَا مُبْصِرَةًfa-lammaa jaa'atsum aayaatunaa mubshiratanketika tanda-tanda Kami yang terang itu sampai kepada mereka
- قَالُوا هَٰذَا سِحْرٌ مُبِينٌqaaluu haadzaa sihrun mubiinunmereka berkata, ini sihir yang nyata
Terjemahan per kata (8 kata)
- فَلَمَّاfa-lammaamaka ketika
- جَاءَتْهُمْjaa'atsumdatang kepada mereka
- آيَاتُنَاaayaatunaatanda-tanda Kami
- مُبْصِرَةًmubshiratanyang terang
- قَالُواqaaluumereka berkata
- هَٰذَاhaadzaaini
- سِحْرٌsihrunsihir
- مُبِينٌmubiinunyang nyata
Inti bacaan
Respons penolakan yang familiar: 'Ini sihir yang nyata', pola penolakan yang sama muncul lagi terhadap bukti yang jelas, menegaskan tema berulang bahwa masalahnya bukan kekurangan bukti.
Penjelasan pilihan kata
'Mubsiratan' ('yang terang/jelas terlihat', akar bSr) dipertahankan literal: tuduhan 'sihir' ini menggemakan tuduhan yang sama persis dari kaum Tsamud dan Aikah di Surah Asy-Syu'ara.
Tafsiran
Ayat ini menampilkan respons Firaun dan kaumnya terhadap sembilan tanda: penolakan dengan tuduhan yang sama seperti pola berulang di kisah-kisah sebelumnya.
Renungan dan Hikmah
- Allah menaruh kata terang dan kata sihir dalam satu ayat. Yang jelas justru disebut sihir. Bantahannya sendiri mengakui ada yang luar biasa.
- Tuduhan yang sama sudah dipakai kaum lain sebelumnya. Kalimatnya nyaris tak berubah. Penolakan pun punya susunan baku.
- Tanda-tanda itu disebut Allah sampai kepada mereka, bukan lewat begitu saja. Sampai berarti diterima mata. Yang menolak menolak sesudah melihat.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
akar a-y (aayah) diterjemahkan 'tanda'. Ayat ini termasuk 55 yang SENGAJA ditunda di rollout pertama karena terjemahan lain memakai 'bukti/mukjizat/keterangan', kata yang bisa menerjemahkan bayyinah/sultaan, bukan aayah. Diselesaikan setelah pemilahan per-LEMA (bukan akar: akar byn mencakup bayyinah/bayna/mubiin yang beda-beda) dan pembacaan teks per-ayat. Padanan pesaing (bayyinah/sultaan) SENGAJA dipertahankan, hanya aayah yang diganti.;'