وَجَحَدُوا بِهَا وَاسْتَيْقَنَتْهَا أَنْفُسُهُمْ ظُلْمًا وَعُلُوًّا ۚ فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُفْسِدِينَ

Dan mereka mengingkarinya, padahal hati mereka meyakininya, karena kezaliman dan kesombongan. Maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَجَحَدُوا بِهَا وَاسْتَيْقَنَتْهَا أَنْفُسُهُمْ ظُلْمًا وَعُلُوًّاwa-jahaduu bihaa wa-stayqanatsaa anfusuhum zhulman wa-'uluwwandan mereka mengingkarinya, padahal hati mereka meyakininya, karena kezaliman dan kesombongan
  2. فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُفْسِدِينَfa-nzhur kayfa kaana 'aaqibatu l-mufsidiinamaka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berbuat kerusakan

Terjemahan per kata (11 kata)

  1. وَجَحَدُواwa-jahaduudan mereka mengingkari
  2. بِهَاbihaakepadanya
  3. وَاسْتَيْقَنَتْهَاwa-stayqanatsaadan mereka meyakininya
  4. أَنْفُسُهُمْanfusuhumdiri mereka
  5. ظُلْمًاzhulmankezaliman
  6. وَعُلُوًّاwa-'uluwwandan kesombongan
  7. فَانْظُرْfa-nzhurmaka perhatikanlah
  8. كَيْفَkayfabagaimana
  9. كَانَkaanaadalah
  10. عَاقِبَةُ'aaqibatukesudahan
  11. الْمُفْسِدِينَl-mufsidiinaorang-orang yang berbuat kerusakan

Inti bacaan

Pengakuan yang mengejutkan: 'Mereka mengingkarinya. padahal hati mereka meyakini kebenarannya', penolakan yang disengaja meski keyakinan batin sudah ada, sebuah bentuk kemunafikan intelektual yang didorong kesombongan.

Penjelasan pilihan kata

'Wa-stayqanatsaa anfusuhum' ('padahal hati mereka meyakininya', akar yqn) dipertahankan literal tanpa menyisipkan '(kebenaran)': mengungkap kesenjangan antara keyakinan batin dan penolakan terbuka. 'Uluwwan' ('kesombongan', akar Elw) dipertahankan literal.

Tafsiran

Ayat ini mengungkap motif sesungguhnya di balik penolakan mereka, bukan ketidaktahuan, melainkan kezaliman dan kesombongan yang sengaja menolak apa yang mereka sendiri yakini benar.

Renungan dan Hikmah

  • Pengingkaran yang terjadi 'padahal hati mereka meyakininya' menyingkap bentuk penolakan yang paling disengaja, bukan ketidaktahuan, melainkan penolakan sadar terhadap apa yang sudah diakui benar dalam hati sendiri, didorong kezaliman dan kesombongan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

keluarga kbr/Elw: sebutan per takrif corpus ('besar'/'tinggi'; Sang bila takrif); istakbara diterjemahkan 'menyombongkan diri' & ta'aalaa (doksologi) pemakaian diteruskan; per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi kbr/Elw: kabiir diterjemahkan 'besar' (takrif 'Sang Besar'), aliyy diterjemahkan 'tinggi' (takrif 'Sang Tinggi'); formula al-'aliyyu l-kabiir diterjemahkan 'Sang Tinggi lagi Sang Besar' (22:62 dst.), kini beda dari al-'aliyyu l-'azhiim 2:255 'Sang Tinggi lagi Sang Agung'. Registri ukuran: besar=kabiir, agung='azhiim, tinggi='aliyy, luhur=majiid, mulia=kariim, digdaya='aziiz. ta'aalaa/muta'aal & hukm = sub-putusan belum diputuskan. keluarga memuat 'leluhur terbesar, atau tertua' (cabang usia). aliyy (-l-w): tinggi/exalted; a'laa = elatif.