وَوَرِثَ سُلَيْمَانُ دَاوُودَ ۖ وَقَالَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ عُلِّمْنَا مَنْطِقَ الطَّيْرِ وَأُوتِينَا مِنْ كُلِّ شَيْءٍ ۖ إِنَّ هَٰذَا لَهُوَ الْفَضْلُ الْمُبِينُ
Dan Sulaiman mewarisi Dawud. Dan ia berkata, "Wahai manusia, kami telah diajari bahasa burung dan kami dianugerahi segala sesuatu. Sesungguhnya ini benar-benar karunia yang nyata."
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- وَوَرِثَ سُلَيْمَانُ دَاوُودَwa-waritsa sulaymaanu daawuudadan Sulaiman mewarisi Dawud
- وَقَالَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ عُلِّمْنَا مَنْطِقَ الطَّيْرِ وَأُوتِينَا مِنْ كُلِّ شَيْءٍwa-qaala yaa ayyuhaa n-naasu 'ullimnaa manthiqa th-thayri wa-uutiinaa min kulli syay'indan ia berkata, wahai manusia, kami telah diajari bahasa burung dan kami dianugerahi segala sesuatu
- إِنَّ هَٰذَا لَهُوَ الْفَضْلُ الْمُبِينُinna haadzaa la-huwa l-fadhlu l-mubiinusesungguhnya ini benar-benar karunia yang nyata
Terjemahan per kata (19 kata)
- وَوَرِثَwa-waritsadan mewarisi
- سُلَيْمَانُsulaymaanuSulaiman
- دَاوُودَdaawuudaDawud
- وَقَالَwa-qaaladan berkata
- يَاyaawahai
- أَيُّهَاayyuhaasekalian
- النَّاسُn-naasumanusia
- عُلِّمْنَا'ullimnaakami diajari
- مَنْطِقَmanthiqabahasa
- الطَّيْرِth-thayriburung
- وَأُوتِينَاwa-uutiinaadan kami diberi
- مِنْmindari
- كُلِّkullisegala
- شَيْءٍsyay'insesuatu
- إِنَّinnasesungguhnya
- هَٰذَاhaadzaaini
- لَهُوَla-huwasungguh itulah
- الْفَضْلُl-fadhlukarunia
- الْمُبِينُl-mubiinuyang jelas
Inti bacaan
Sulaiman mewarisi kemampuan istimewa: memahami 'bahasa burung' dan dianugerahi 'segala sesuatu', kapasitas luar biasa yang diakui sebagai 'karunia yang nyata', bukan hak yang dianggap sudah semestinya.
Penjelasan pilihan kata
'Mantiqa t-tayri' ('bahasa burung', akar nTq+Tyr) dipertahankan literal tanpa menyisipkan '(untuk memahami)': klaim langsung tentang kemampuan yang dianugerahkan.
Tafsiran
Ayat ini memperkenalkan kemampuan unik Sulaiman: memahami bahasa burung, sebuah karunia yang akan segera terbukti relevan dalam kisah berikutnya.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut Sulaiman mewarisi Dawud tanpa merinci apa yang diwarisi. Yang disebut sesudahnya kemampuannya. Pembaca menyambungkan sendiri.
- Yang mengumumkan dirinya sendiri. Wahai manusia, kami telah diajari. Pengakuan itu diucapkan di depan orang banyak.
- Kemampuan itu disebut Allah karunia, bukan prestasi. Ia diajari, bukan belajar. Sumbernya disebut sekalian.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
kata-kata akar -l-m di ayat ini (mengetahui/ilmu/mengajarkan/lebih-mengetahui) mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras; tanpa orang-kedua. Konvensi lm: C1 aliim diterjemahkan 'berilmu', C2 aalamiin diterjemahkan 'seisi alam', C3 verba/nomina = pemakaian diteruskan terjemahan lain (selaras).