حَتَّىٰ إِذَا أَتَوْا عَلَىٰ وَادِ النَّمْلِ قَالَتْ نَمْلَةٌ يَا أَيُّهَا النَّمْلُ ادْخُلُوا مَسَاكِنَكُمْ لَا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمَانُ وَجُنُودُهُ وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ
hingga ketika mereka sampai di lembah semut, seekor semut berkata, "Wahai para semut, masuklah ke dalam tempat tinggal kalian, agar Sulaiman dan bala tentaranya tidak menginjak kalian, sedang mereka tidak menyadari."
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- حَتَّىٰ إِذَا أَتَوْا عَلَىٰ وَادِ النَّمْلِhattaa idzaa ataw 'alaa waadi n-namlihingga ketika mereka sampai di lembah semut
- قَالَتْ نَمْلَةٌ يَا أَيُّهَا النَّمْلُ ادْخُلُوا مَسَاكِنَكُمْqaalat namlatun yaa ayyuhaa n-namlu dkhuluu masaakinakumseekor semut berkata, wahai para semut, masuklah ke dalam tempat tinggal kalian
- لَا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمَانُ وَجُنُودُهُ وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَlaa yahthimannakum sulaymaanu wa-junuuduhu wa-hum laa yasy'uruunaagar Sulaiman dan bala tentaranya tidak menginjak kalian, sedang mereka tidak menyadari
Terjemahan per kata (20 kata)
- حَتَّىٰhattaasampai
- إِذَاidzaaapabila
- أَتَوْاatawmereka datang
- عَلَىٰ'alaaatas
- وَادِwaadilembah
- النَّمْلِn-namlisemut
- قَالَتْqaalatia berkata
- نَمْلَةٌnamlatunseekor semut
- يَاyaawahai
- أَيُّهَاayyuhaasekalian
- النَّمْلُn-namlusemut
- ادْخُلُواdkhuluumasuklah kalian
- مَسَاكِنَكُمْmasaakinakumtempat tinggal kalian
- لَاlaajanganlah
- يَحْطِمَنَّكُمْyahthimannakummenginjak kalian
- سُلَيْمَانُsulaymaanuSulaiman
- وَجُنُودُهُwa-junuuduhudan bala tentaranya
- وَهُمْwa-humdan mereka
- لَاlaatidak
- يَشْعُرُونَyasy'uruunamenyadari
Inti bacaan
Kepedulian seekor semut terhadap komunitasnya: memperingatkan 'agar Sulaiman dan bala tentaranya tidak menginjak kalian, sedang mereka tidak menyadari', kepedulian melindungi yang lemah dari bahaya yang tidak disengaja, bahkan dari makhluk sekecil semut. Konkretnya: kepedulian melindungi pihak yang lebih lemah dari bahaya yang tidak disengaja (bahkan dari pihak yang sebenarnya tidak berniat jahat) adalah tanggung jawab kepemimpinan komunitas, dicontohkan bahkan oleh seekor semut.
Penjelasan pilihan kata
'Wa-hum laa yash'uruuna' ('sedang mereka tidak menyadari') dipertahankan literal: semut ini secara eksplisit tidak menuduh Sulaiman dan pasukannya berniat jahat, hanya mengantisipasi ketidaksadaran mereka.
Tafsiran
Ayat ini menampilkan momen komunikasi lintas-spesies yang menakjubkan: seekor semut memperingatkan koloninya dengan penilaian yang adil terhadap pasukan yang mendekat, tanpa menuduh niat jahat.
Renungan dan Hikmah
- Peringatan semut ini secara eksplisit membedakan antara bahaya yang tidak disengaja dan niat jahat, sebuah penilaian yang adil terhadap pihak yang jauh lebih berkuasa, tanpa asumsi buruk yang tidak berdasar.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar a-t-y, w-d-y, n-m-l, q-w-l, d-kh-l, s-k-n, h-t-m, j-n-d, sh-'-r): waad an-naml diterjemahkan 'lembah semut' (akar w-d-y + akar n-m-l); qaalat namlah diterjemahkan 'seekor semut berkata' (terjemahan lain 'ratu semut', teks hanya namlah/seekor semut betina, gloss 'ratu' dibuang); udkhuluu masaakinakum diterjemahkan 'masuklah ke tempat tinggal kalian' (akar d-kh-l + akar s-k-n); laa yahtimannakum diterjemahkan 'tidak menginjak (menghancurkan) kalian' (akar h-t-m); laa yash'uruun diterjemahkan 'tidak menyadari' (akar sh-'-r).