فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًا مِنْ قَوْلِهَا وَقَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ
Maka ia tersenyum seraya tertawa karena perkataannya, dan ia berkata, "Tuhanku, ilhamkanlah aku untuk bersyukur atas nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku, dan agar aku beramal saleh yang Engkau ridai, dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh."
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًا مِنْ قَوْلِهَاfa-tabassama dhaahikan min qawlihaamaka ia tersenyum seraya tertawa karena perkataannya
- وَقَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَىٰ وَالِدَيَّwa-qaala rabbi awzi'nii an asykura ni'mataka llatii an'amta 'alayya wa-'alaa waalidayyadan ia berkata, Tuhanku, ilhamkanlah aku untuk bersyukur atas nikmat-Mu yang telah Engkau anugerahkan kepadaku dan kepada kedua orang tuaku
- وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَwa-an a'mala shaalihan tardhaahu wa-adkhilnii bi-rahmatika fii 'ibaadika sh-shaalihiinadan agar aku beramal saleh yang Engkau ridai, dan masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan hamba-hamba-Mu yang saleh
Terjemahan per kata (24 kata)
- فَتَبَسَّمَfa-tabassamamaka ia tersenyum
- ضَاحِكًاdhaahikantertawa
- مِنْmindari
- قَوْلِهَاqawlihaaperkataannya
- وَقَالَwa-qaaladan berkata
- رَبِّrabbiTuhan
- أَوْزِعْنِيawzi'niiilhamkanlah kepadaku
- أَنْanuntuk
- أَشْكُرَasykuraaku bersyukur
- نِعْمَتَكَni'matakanikmat-Mu
- الَّتِيllatiiyang
- أَنْعَمْتَan'amtatelah Engkau beri nikmat
- عَلَيَّ'alayyaatasku
- وَعَلَىٰwa-'alaadan atas
- وَالِدَيَّwaalidayyakedua orang tuaku
- وَأَنْwa-andan untuk
- أَعْمَلَa'malaaku beramal
- صَالِحًاshaalihankebajikan
- تَرْضَاهُtardhaahuEngkau meridainya
- وَأَدْخِلْنِيwa-adkhilniidan masukkanlah aku
- بِرَحْمَتِكَbi-rahmatikadengan rahmat-Mu
- فِيfiike dalam
- عِبَادِكَ'ibaadikahamba-hamba-Mu
- الصَّالِحِينَsh-shaalihiinaorang-orang saleh
Inti bacaan
Respons rendah hati Sulaiman terhadap kebijaksanaan seekor semut: tersenyum lalu berdoa memohon 'tetap mensyukuri nikmat-Mu', kekuasaan besar tidak menghalangi apresiasi terhadap pelajaran dari makhluk kecil, sebuah kerendahan hati yang luar biasa.
Penjelasan pilihan kata
'Awzi'nii' ('ilhamkanlah aku', akar wzE) dipertahankan literal tanpa menyisipkan '(ilham dan kemampuan)'. Tawa Sulaiman digambarkan sebagai respons gembira terhadap kecerdasan dan kepedulian semut, bukan ejekan.
Tafsiran
Ayat ini menampilkan kontras yang mengharukan: penguasa dengan bala tentara jin, manusia, dan burung, tergerak hatinya oleh kata-kata seekor semut hingga memanjatkan doa kerendahan hati.
Renungan dan Hikmah
- Momen ini menampilkan penguasa paling berkuasa dalam kisah ini justru tergerak oleh kepedulian seekor semut terhadap koloninya sendiri, kekuasaan besar tidak menghalangi kerendahan hati dan rasa syukur yang tulus.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
terjemahan lain di ayat ini SUDAH selaras dgn konvensi, teks terjemahan ini identik (tanpa perubahan): “… masukkanlah aku dengan rahmat-Mu ke dalam golongan ham…”. Dalam ayat ini, 'rahmah' tanpa kata sandang al-.