لَأُعَذِّبَنَّهُ عَذَابًا شَدِيدًا أَوْ لَأَاذْبَحَنَّهُ أَوْ لَيَأْتِيَنِّي بِسُلْطَانٍ مُبِينٍ
Sungguh, akan kuhukum ia dengan hukuman yang keras, atau kusembelih ia, kecuali jika ia datang kepadaku dengan alasan yang jelas."
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- لَأُعَذِّبَنَّهُ عَذَابًا شَدِيدًا أَوْ لَأَاذْبَحَنَّهُla-u'adzdzibannahu 'adzaaban syadiidan aw la-adzbahannahusungguh, akan kuhukum ia dengan hukuman yang keras, atau kusembelih ia
- أَوْ لَيَأْتِيَنِّي بِسُلْطَانٍ مُبِينٍaw la-ya'tiyannii bi-sulthaanin mubiininkecuali jika ia datang kepadaku dengan alasan yang jelas
Terjemahan per kata (9 kata)
- لَأُعَذِّبَنَّهُla-u'adzdzibannahusungguh aku akan mengazabnya
- عَذَابًا'adzaabanazab
- شَدِيدًاsyadiidanyang keras
- أَوْawatau
- لَأَاذْبَحَنَّهُla-adzbahannahusungguh aku akan menyembelihnya
- أَوْawatau
- لَيَأْتِيَنِّيla-ya'tiyanniisungguh akan datang kepadaku
- بِسُلْطَانٍbi-sulthaanindengan keterangan
- مُبِينٍmubiininyang nyata
Inti bacaan
Konsekuensi tegas yang ditetapkan untuk ketidakhadiran tanpa alasan: 'hukuman yang keras. kecuali jika ia datang dengan otoritas yang jelas', akuntabilitas yang jelas namun tetap memberi ruang untuk penjelasan yang sah sebelum penghakiman final.
Penjelasan pilihan kata
Kutipan yang dibuka di 27:20 ditutup di sini. 'Sultaanin mubiinin' ('alasan yang jelas', akar slT+byn) dipertahankan literal.
Tafsiran
Ayat ini menampilkan ancaman tegas Sulaiman terhadap ketidakhadiran tanpa alasan, namun disertai celah bagi penjelasan yang sah.
Renungan dan Hikmah
- Allah merekam ancaman yang sudah menyimpan pengecualian. Hukumannya disebut keras. Pintunya tetap dibuka.
- Yang diminta alasan yang jelas, bukan permintaan maaf. Bukti dahulu. Bukan iba.
- Marah dan adil disebut Allah dalam satu kalimat. Ancamannya nyata. Syarat pembebasannya juga nyata.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar '-dz-b, sh-d-d, dz-b-h, a-t-y, s-l-t, b-y-n): adhaaban shadiidan diterjemahkan 'hukuman yang keras' (akar sh-d-y-d: shadiid diterjemahkan 'keras' terkunci; terjemahan lain 'berat'); adhbahannahu diterjemahkan 'kusembelih ia' (akar dz-b-h); la-ya'tiyannii bi-sultaan mubiin diterjemahkan 'datang kepadaku dengan otoritas (bukti) yang jelas' (akar s-l-t-n putaran 82, sultaan mubiin=hujah/bukti jelas; bahkan Sulaiman menuntut BUKTI, gema haatuu burhaanakum, cf. 18:15). gloss '(alasan yang jelas)' dibuang.