إِنِّي وَجَدْتُ امْرَأَةً تَمْلِكُهُمْ وَأُوتِيَتْ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ وَلَهَا عَرْشٌ عَظِيمٌ

Sesungguhnya aku mendapati seorang perempuan yang memerintah mereka, dia dianugerahi segala sesuatu dan memiliki singgasana yang agung.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. إِنِّي وَجَدْتُ امْرَأَةً تَمْلِكُهُمْinnii wajadtu mra'atan tamlikuhumsesungguhnya aku mendapati seorang perempuan yang memerintah mereka
  2. وَأُوتِيَتْ مِنْ كُلِّ شَيْءٍ وَلَهَا عَرْشٌ عَظِيمٌwa-uutiyat min kulli syay'in wa-lahaa 'arsyun 'azhiimundia dianugerahi segala sesuatu dan memiliki singgasana yang agung

Terjemahan per kata (11 kata)

  1. إِنِّيinniisesungguhnya aku
  2. وَجَدْتُwajadtuaku mendapati
  3. امْرَأَةًmra'atanseorang perempuan
  4. تَمْلِكُهُمْtamlikuhummemiliki mereka
  5. وَأُوتِيَتْwa-uutiyatdan diberikan
  6. مِنْmindari
  7. كُلِّkullisegala
  8. شَيْءٍsyay'insesuatu
  9. وَلَهَاwa-lahaadan baginya
  10. عَرْشٌ'arsyunsinggasana
  11. عَظِيمٌ'azhiimunyang agung

Inti bacaan

Laporan tentang penguasa Saba: seorang perempuan yang 'dianugerahi segala sesuatu dan memiliki singgasana yang agung', pengakuan objektif terhadap kekuasaan dan kekayaan pihak lain, terlepas dari perbedaan keyakinan yang akan segera terungkap.

Penjelasan pilihan kata

'Arshun azhiimun' ('singgasana yang agung', akar Er$+EZm) dipertahankan literal tanpa menyisipkan '(penduduk negeri Saba')': frasa yang sama persis akan muncul lagi di 27:26 untuk 'Arasy Allah', sebuah kontras sastra yang sengaja antara singgasana ratu dan Arasy sesungguhnya.

Tafsiran

Ayat ini menggambarkan kekuasaan dan kekayaan seorang pemimpin perempuan yang belum dikenal Sulaiman: deskripsi yang akan segera dibayangi oleh kontras teologis.

Renungan dan Hikmah

  • Allah merekam laporan itu menyebut tiga: seorang perempuan yang memerintah, dianugerahi segala sesuatu, dan bersinggasana agung. Tak satu pun merendahkan. Yang dilaporkan keadaannya apa adanya.
  • Kata yang dipakai dianugerahi. Pemberian, bukan hasil rebutan. Kekuasaan yang dimilikinya disebut dengan kata yang menunjuk pemberi.
  • Allah menempatkan keberatan tentang penyembahan matahari di ayat sesudahnya, bukan di sini. Terpisah. Kelebihan seseorang disebutkan penuh sebelum kekeliruannya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

azhiim diterjemahkan 'agung' (indefinit, tanpa Maha; swap sadar-kolokasi per nomina corpus); per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi zhm: azhiim diterjemahkan 'agung' seragam (takrif 'Sang Agung'); a'zham diterjemahkan 'lebih agung'; verba azhzhama pemakaian diteruskan. Pembeda: kabiir='besar' (k-b-r, kelak, al-Kabiir sebutan sendiri), majiid='luhur', kariim='mulia', aziiz='digdaya'. Objek negatif (azab/dosa) memakai kata sama, skala, konteks yang bekerja. akar '-zh-m: azhuma = 'menjadi besar (skala/bobot)'; azhiim = besar-agung (magnitude); jangkar konkret keluarga: azhm/'izhaam = TULANG (kerangka, yang besar-menopang). KBBI agung indra-1: 'besar; mulia; luhur'.