وَجَدْتُهَا وَقَوْمَهَا يَسْجُدُونَ لِلشَّمْسِ مِنْ دُونِ اللَّهِ وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ أَعْمَالَهُمْ فَصَدَّهُمْ عَنِ السَّبِيلِ فَهُمْ لَا يَهْتَدُونَ

Aku mendapati dia dan kaumnya sujud kepada matahari, bukan kepada Allah, dan setan menghiasi perbuatan-perbuatan mereka bagi mereka, lalu menghalangi mereka dari jalan, sehingga mereka tidak mendapat petunjuk,

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَجَدْتُهَا وَقَوْمَهَا يَسْجُدُونَ لِلشَّمْسِ مِنْ دُونِ اللَّهِwajadtuhaa wa-qawmahaa yasjuduuna li-sy-syamsi min duuni llaahiaku mendapati dia dan kaumnya sujud kepada matahari, bukan kepada Allah
  2. وَزَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ أَعْمَالَهُمْ فَصَدَّهُمْ عَنِ السَّبِيلِ فَهُمْ لَا يَهْتَدُونَwa-zayyana lahumu sy-syaythaanu a'maalahum fa-shaddahum 'ani s-sabiili fa-hum laa yahtaduunadan setan menghiasi perbuatan-perbuatan mereka bagi mereka, lalu menghalangi mereka dari jalan, sehingga mereka tidak mendapat petunjuk

Terjemahan per kata (17 kata)

  1. وَجَدْتُهَاwajadtuhaaaku mendapatinya
  2. وَقَوْمَهَاwa-qawmahaadan kaumnya
  3. يَسْجُدُونَyasjuduunamereka bersujud
  4. لِلشَّمْسِli-sy-syamsikepada matahari
  5. مِنْmindari
  6. دُونِduuniselain
  7. اللَّهِllaahiAllah
  8. وَزَيَّنَwa-zayyanadan menghiasi
  9. لَهُمُlahumubagi mereka
  10. الشَّيْطَانُsy-syaythaanusetan
  11. أَعْمَالَهُمْa'maalahumamal-amal mereka
  12. فَصَدَّهُمْfa-shaddahummaka ia menghalangi mereka
  13. عَنِ'anidari
  14. السَّبِيلِs-sabiilijalan
  15. فَهُمْfa-hummaka mereka
  16. لَاlaatidak
  17. يَهْتَدُونَyahtaduunamendapat petunjuk

Inti bacaan

Masalah mendasar terungkap: 'sujud kepada matahari, bukan kepada Allah. setan menghiasi perbuatan-perbuatan mereka', kekayaan material tidak menjamin arah spiritual yang benar, bahkan kekuasaan besar bisa disertai kesalahan mendasar dalam pengabdian.

Penjelasan pilihan kata

'Zayyana' ('menghiasi', akar zyn) menggemakan tema yang sama dari 27:4: perbuatan yang tampak indah bagi pelakunya sebagai konsekuensi penolakan.

Tafsiran

Ayat ini menjelaskan mekanisme kesesatan mereka, bukan ketidaktahuan murni, melainkan hasil dari perbuatan yang dihiasi tampak baik.

Renungan dan Hikmah

  • Allah merekam laporan itu lengkap dengan sebabnya. Bukan hanya apa yang mereka sembah. Juga mengapa mereka merasa benar.
  • Perbuatan yang dihiasi terasa pantas bagi pelakunya. Yang keliru tidak terasa keliru. Di situ letak bahayanya.
  • Jalan itu disebut Allah terhalang, bukan tidak ada. Yang menutupinya bukan kegelapan. Yang menutupinya justru hiasan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar w-j-d, q-w-m, s-j-d, sh-m-s, d-w-n, a-l-h, z-y-n, sh-t-n, '-m-l, s-d-d, s-b-l, h-d-y): yasjuduuna li-sh-shams min duun allaah diterjemahkan 'sujud kepada matahari selain Allah' (akar s-j-d + akar sh-m-s); zayyana lahumu sh-shaytaan a'maalahum diterjemahkan 'setan menghiasi perbuatan mereka' (akar z-y-n, band. 27:4 di mana ALLAH yang menghiasi; di sini setan); saddahum an as-sabiil diterjemahkan 'menghalangi mereka dari jalan' (akar s-d-d); laa yahtaduun diterjemahkan 'tidak mendapat petunjuk' (akar h-d-y HDY). gloss '(burung Hudhud)/(buruk itu agar terasa indah)/(Allah)' dibuang.