اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِ

Allah, tidak ada tuhan melainkan Dia, Tuhan yang memiliki Arasy yang agung."

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. اللَّهُ لَا إِلَٰهَ إِلَّا هُوَ رَبُّ الْعَرْشِ الْعَظِيمِallaahu laa ilaaha illaa huwa rabbu l-'arsyi l-'azhiimiAllah, tidak ada tuhan melainkan Dia, Tuhan yang memiliki Arasy yang agung

Terjemahan per kata (8 kata)

  1. اللَّهُallaahuAllah
  2. لَاlaatidak
  3. إِلَٰهَilaahatuhan
  4. إِلَّاillaakecuali
  5. هُوَhuwaDia
  6. رَبُّrabbuTuhan
  7. الْعَرْشِl-'arsyiArasy
  8. الْعَظِيمِl-'azhiimiyang agung

Inti bacaan

Penegasan singkat: 'tidak ada tuhan melainkan Dia, Tuhan yang mempunyai 'Arasy yang agung', kesimpulan tegas yang menutup laporan Hudhud tentang temuannya.

Penjelasan pilihan kata

Kutipan panjang yang dibuka di 27:22 ditutup di sini. 'Al-arshi l-azhiimi' ('Arasy yang agung'): frasa yang sama persis (diverifikasi via morfologi, akar Er$+EZm cocok) dengan 'arshun azhiimun' di 27:23 untuk singgasana ratu, kontras sastra yang sengaja antara singgasana duniawi dan Arasy sesungguhnya.

Tafsiran

Ayat ini menutup laporan Hudzud dengan penegasan teologis tegas: sebuah kontras eksplisit antara singgasana ratu yang megah dan Arasy Allah yang sesungguhnya agung.

Renungan dan Hikmah

  • Penggunaan frasa 'yang agung' yang sama persis untuk singgasana ratu (27:23) dan Arasy Allah (27:26) adalah kontras sastra yang sengaja, kemegahan duniawi yang mengesankan Hudzud tetap tak sebanding dengan yang sesungguhnya agung.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

azhiim diterjemahkan 'agung' (takrif diterjemahkan 'Sang Agung'; swap sadar-kolokasi per nomina corpus); per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi zhm: azhiim diterjemahkan 'agung' seragam (takrif 'Sang Agung'); a'zham diterjemahkan 'lebih agung'; verba azhzhama pemakaian diteruskan. Pembeda: kabiir='besar' (k-b-r, kelak, al-Kabiir sebutan sendiri), majiid='luhur', kariim='mulia', aziiz='digdaya'. Objek negatif (azab/dosa) memakai kata sama, skala, konteks yang bekerja. akar '-zh-m: azhuma = 'menjadi besar (skala/bobot)'; azhiim = besar-agung (magnitude); jangkar konkret keluarga: azhm/'izhaam = TULANG (kerangka, yang besar-menopang). KBBI agung indra-1: 'besar; mulia; luhur'.