قَالَتْ يَا أَيُّهَا الْمَلَأُ إِنِّي أُلْقِيَ إِلَيَّ كِتَابٌ كَرِيمٌ

Ia berkata, "Wahai para pembesar, sesungguhnya telah dijatuhkan kepadaku sebuah surat yang mulia,

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. قَالَتْ يَا أَيُّهَا الْمَلَأُqaalat yaa ayyuhaa l-mala'uia berkata, wahai para pembesar
  2. إِنِّي أُلْقِيَ إِلَيَّ كِتَابٌ كَرِيمٌinnii ulqiya ilayya kitaabun kariimunsesungguhnya telah dijatuhkan kepadaku sebuah surat yang mulia

Terjemahan per kata (9 kata)

  1. قَالَتْqaalatia berkata
  2. يَاyaawahai
  3. أَيُّهَاayyuhaasekalian
  4. الْمَلَأُl-mala'upara pemuka
  5. إِنِّيinniisesungguhnya aku
  6. أُلْقِيَulqiyadijatuhkan
  7. إِلَيَّilayyakepadaku
  8. كِتَابٌkitaabunKitab
  9. كَرِيمٌkariimunyang mulia

Inti bacaan

Respons Balqis yang terbuka: 'Wahai para pembesar, sesungguhnya telah disampaikan kepadaku sebuah surat yang penting', transparansi kepemimpinan yang segera melibatkan penasihatnya dalam keputusan penting.

Penjelasan pilihan kata

Speaker (sang ratu) dipertahankan tanpa penanda kurung nama '(Balqis)': nama itu tidak muncul di mana pun dalam teks Al-Qur'an, hanya berasal dari tradisi luar teks; konsisten dengan disiplin tidak menyisipkan identifikasi historis yang tidak dinyatakan Arab sendiri. 'Kitaabun kariimun' ('surat yang mulia', akar krm) dipertahankan konsisten dengan konvensi kariim di seluruh teks ini. Kutipan dibuka di sini dan berlanjut hingga akhir 27:31, mencakup pengantar sekaligus isi surat yang dibacakannya kepada dewan.

Tafsiran

Ayat ini menampilkan reaksi sang ratu terhadap surat yang diterimanya: segera memanggil dewan penasihatnya, menunjukkan gaya kepemimpinan yang konsultatif.

Renungan dan Hikmah

  • Ia menyebut surat itu mulia sebelum membacakan isinya kepada siapa pun. Penilaiannya mendahului pembahasannya. Cara sebuah kabar diperkenalkan sering menentukan bagaimana ia didengar, dan di sini yang memperkenalkan sudah memihak lebih dahulu.
  • Kata yang dipakai dijatuhkan kepadaku, bukan aku menerimanya. Pengirimnya tidak disebut sama sekali. Allah merekam pilihan kata itu apa adanya, sehingga pembaca ikut merasakan kedatangan yang tiba-tiba itu.
  • Sebelum bersikap, yang ia kerjakan memanggil orang lain. Ruangan diisi lebih dahulu daripada keputusan diambil. Allah merekam urutan itu tanpa memberi penilaian, dan urutannya sendiri sudah cukup berbicara.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

keluarga krm pemakaian diteruskan (mulia/memuliakan/dimuliakan, terjemahan lain konsisten); pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi krm/mjd: kariim diterjemahkan 'mulia' (takrif 'Sang Mulia' 82:6, 44:49; elatif akram diterjemahkan 'paling mulia' 96:3); majiid diterjemahkan 'luhur' (takrif 'Yang Luhur' 50:1, 85:15). Pembeda kitab: 56:77 kariim 'mulia' vs 85:21 majiid 'luhur'. Keluarga krm pemakaian diteruskan (memuliakan/dimuliakan); cabang-benda kariim didokumentasi (56:44). 'agung' tetap tercadang azhiim. of la'iim… A thing highly esteemed or prized; excellent, PRECIOUS'.