قَالَتْ إِنَّ الْمُلُوكَ إِذَا دَخَلُوا قَرْيَةً أَفْسَدُوهَا وَجَعَلُوا أَعِزَّةَ أَهْلِهَا أَذِلَّةً ۖ وَكَذَٰلِكَ يَفْعَلُونَ

Ia berkata, "Sesungguhnya raja-raja apabila memasuki suatu negeri, mereka membinasakannya dan menjadikan penduduknya yang mulia menjadi hina; demikianlah yang mereka perbuat.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. قَالَتْ إِنَّ الْمُلُوكَ إِذَا دَخَلُوا قَرْيَةً أَفْسَدُوهَاqaalat inna l-muluuka idzaa dakhaluu qaryatan afsaduuhaaia berkata, sesungguhnya raja-raja apabila memasuki suatu negeri, mereka membinasakannya
  2. وَجَعَلُوا أَعِزَّةَ أَهْلِهَا أَذِلَّةً ۖ وَكَذَٰلِكَ يَفْعَلُونَwa-ja'aluu a'izzata ahlihaa adzillatan wa-ka-dzaalika yaf'aluunadan menjadikan penduduknya yang mulia menjadi hina; demikianlah yang mereka perbuat

Terjemahan per kata (13 kata)

  1. قَالَتْqaalatia berkata
  2. إِنَّinnasesungguhnya
  3. الْمُلُوكَl-muluukapara raja
  4. إِذَاidzaaapabila
  5. دَخَلُواdakhaluumereka masuk
  6. قَرْيَةًqaryatannegeri
  7. أَفْسَدُوهَاafsaduuhaamereka merusaknya
  8. وَجَعَلُواwa-ja'aluudan mereka menjadikan
  9. أَعِزَّةَa'izzatayang keras
  10. أَهْلِهَاahlihaapenduduknya
  11. أَذِلَّةًadzillatanorang-orang yang rendah hati
  12. وَكَذَٰلِكَwa-ka-dzaalikadan demikianlah
  13. يَفْعَلُونَyaf'aluunamelakukan

Inti bacaan

Analisis tajam Balqis tentang pola penaklukan: 'raja-raja apabila menaklukkan suatu negeri, mereka tentu membinasakannya dan menjadikan penduduknya yang digdaya jadi hina', pemahaman mendalam tentang konsekuensi buruk dari konfrontasi militer, mendorong pertimbangan alternatif yang lebih bijaksana.

Penjelasan pilihan kata

Speaker (sang ratu) dipertahankan tanpa penanda kurung nama '(Balqis)': konsisten dengan disiplin yang sama di 27:29. 'A'izzata' ('yang mulia', akar Ezz) dipertahankan literal: akar yang sama dengan 'al-aziizu' ('Sang Digdaya') yang menjadi gelar Allah di seluruh teks ini. Kutipan dibuka di sini dan berlanjut ke 27:35.

Tafsiran

Ayat ini menampilkan wawasan strategis sang ratu: sebuah prinsip umum tentang pola penaklukan sebelum ia menyatakan pilihannya sendiri untuk tidak langsung berperang.

Renungan dan Hikmah

  • Sang ratu mengartikulasikan prinsip umum tentang pola kehancuran akibat penaklukan sebelum menyatakan pilihannya sendiri, keputusan strategisnya didasarkan pada pemahaman mendalam, bukan reaksi impulsif.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

a'izzata ahlihaa … adhillah = pasangan izz⟷dhull diterjemahkan 'penduduknya yang digdaya jadi hina' (terjemahan lain 'mulia'). Konvensi zz: al-'Aziiz TAKRIF diterjemahkan 'Sang Digdaya' (KBBI: 'tidak terkalahkan'), indefinit diterjemahkan 'digdaya' (tanpa Maha), izzah diterjemahkan 'kedigdayaan' (satu kata, uji ayat argumen 35:10, 4:139, 10:65, 63:8), gelar Mesir diterjemahkan 'al-'Aziiz'. Pembeda in-formula: qawiyyun aziiz 7× (≠'kuat'), aziizin muqtadir 54:42 (≠'kuasa'), al-'aziiz al-jabbaar 59:23. Cabang alaa: 9:128 'berat terasa', 14:20/35:17 'tidak sulit'. Antonim internal: izz⟷dhull (3:26, 63:8, 27:34). jg 'The Incomparable'. Gelar raja Mesir (2032): 'a surname; like Qaysar'.