قَالَ الَّذِي عِنْدَهُ عِلْمٌ مِنَ الْكِتَابِ أَنَا آتِيكَ بِهِ قَبْلَ أَنْ يَرْتَدَّ إِلَيْكَ طَرْفُكَ ۚ فَلَمَّا رَآهُ مُسْتَقِرًّا عِنْدَهُ قَالَ هَٰذَا مِنْ فَضْلِ رَبِّي لِيَبْلُوَنِي أَأَشْكُرُ أَمْ أَكْفُرُ ۖ وَمَنْ شَكَرَ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِ ۖ وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ رَبِّي غَنِيٌّ كَرِيمٌ

Seorang yang mempunyai ilmu dari Kitab berkata, "Aku akan membawanya kepadamu sebelum matamu berkedip." Maka ketika ia melihatnya tersedia di sisinya, ia berkata, "Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mengujiku apakah aku bersyukur atau berbuat kufur. Siapa yang bersyukur, sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri. Siapa yang berbuat kufur, maka sesungguhnya Tuhanku berkecukupan lagi mulia."

Terjemahan bertahap (6 jeda)
  1. قَالَ الَّذِي عِنْدَهُ عِلْمٌ مِنَ الْكِتَابِqaala lladzii indahu ilmun mina l-kitaabiseorang yang mempunyai ilmu dari Kitab berkata
  2. أَنَا آتِيكَ بِهِ قَبْلَ أَنْ يَرْتَدَّ إِلَيْكَ طَرْفُكَanaa aatiika bihi qabla an yartadda ilayka tarfukaaku akan membawanya kepadamu sebelum matamu berkedip
  3. فَلَمَّا رَآهُ مُسْتَقِرًّا عِنْدَهُfa-lammaa ra'aahu mustaqirran indahumaka ketika ia melihatnya tersedia di sisinya
  4. قَالَ هَٰذَا مِنْ فَضْلِ رَبِّي لِيَبْلُوَنِي أَأَشْكُرُ أَمْ أَكْفُرُqaala haadzaa min fadli rabbii li-yabluwanii a-ashkuru am akfuruia berkata, ini termasuk karunia Tuhanku untuk mengujiku apakah aku bersyukur atau berbuat kufur
  5. وَمَنْ شَكَرَ فَإِنَّمَا يَشْكُرُ لِنَفْسِهِwa-man shakara fa-innamaa yashkuru li-nafsihisiapa yang bersyukur, sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri
  6. وَمَنْ كَفَرَ فَإِنَّ رَبِّي غَنِيٌّ كَرِيمٌwa-man kafara fa-inna rabbii ghaniyyun kariimunsiapa yang berbuat kufur, maka sesungguhnya Tuhanku berkecukupan lagi mulia
Catatan pilihan kata (ringkas)

'mendatangimu'/'matamu' SAH, aatiiKA/ilayKA tarfuKA = 2MS (kpd Sulaiman). Lem catatan kaki 550 dibuang. Ayat antonim: a-ashkuru am AKFURU, syukur⟷kufr. Konvensi shkr: manusia diterjemahkan 'bersyukur' (tanpa penanda intensitas; contoh serupa ghaffaar), Allah diterjemahkan 'mengganjar'/'pengganjar' (6 ayat, SEMUA indefinit diterjemahkan kecil tanpa 'Maha'), masykuur diterjemahkan 'diganjar'. Pembeda: 76:22 jazaa'≠mashkuur sesisian; 'menerima' milik akar q-b-l, 'menyambut' milik akar t-w-b; antonim kufr (76:3, 14:7, 27:40). Lih.. Antonim resmi kufr ('contr. of kufraan') = menutupi (nikmat).

Aplikasi

Tawaran yang lebih cepat lagi dari seorang yang memiliki pengetahuan kitab: 'sebelum matamu berkedip' diikuti respons rendah hati Sulaiman: 'Ini termasuk karunia Tuhanku untuk mengujiku apakah aku bersyukur atau berbuat kufur', pencapaian luar biasa langsung dikembalikan sebagai ujian syukur, bukan kebanggaan pribadi. Konkretnya: menafsirkan pencapaian luar biasa atau keberhasilan besar sebagai ujian rasa syukur (bukan alasan kebanggaan diri) adalah kerangka berpikir yang dicontohkan Sulaiman meski memiliki kekuasaan dan sumber daya yang luar biasa.